Pasanggiri Jaipong Se – Jawa Barat Meriah, Yayasan Sunda Djati Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Sunda

0

Pewarta : Arief

Kota Cimahi – Yayasan Sunda Djati sukses menggelar Pasanggiri Jaipong Kreasi Se-Jawa Barat dan Festival Kuliner Nusantara yang berlangsung selama 2 (dua) hari, 30 – 31 Mei 2026, di Basement Cimahi Mall, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Kegiatan yang menjadi ajang pelestarian seni budaya tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 80 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat turut ambil bagian dalam kompetisi tari Jaipong kreasi yang menampilkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap budaya Sunda.

Ketua Penyelenggara, Puspa Citra Kemala, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sunda Djati sekaligus penggagas kegiatan, Fredy Siswadi, menegaskan bahwa penyelenggaraan pasanggiri dilakukan dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan transparansi dalam proses penjurian.

“Kami mengedepankan transparansi sehingga tidak ada rekayasa dalam proses penjurian. Bagi kami, setiap peserta yang tampil di atas panggung sudah merupakan pemenang karena telah melalui proses latihan dan perjuangan yang panjang,” ujar Fredy.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cimahi, khususnya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), Wali Kota Cimahi, Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, serta manajemen Cimahi Mall yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Fredy, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, Yayasan Sunda Djati berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya daerah.

“Kalau bukan kita yang memperjuangkan budaya, siapa lagi? Bagi kami budaya adalah harga diri. Motto kami jelas, NKRI Harga Mati dan Budaya Harga Diri,” tegasnya.

Peserta pasanggiri berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, di antaranya Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, hingga Tasikmalaya. Para pemenang memperoleh piala dan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melestarikan seni tari tradisional.

Selain kompetisi tari dan Festival Kuliner Nusantara, acara penutupan juga dimeriahkan pertunjukan seni Bajidoran yang dibawakan PHJM pimpinan Isal Copo dari Kota Cimahi, yang sukses menghibur para peserta dan pengunjung.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Sunda Djati berharap seni budaya Sunda tidak hanya bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga semakin dikenal dan dicintai generasi muda sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa.