Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi masih menghadapi tantangan dalam pencapaian target pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) tahun 2026. Dari target 11.360 orang yang harus menjalani tes HIV, hingga awal Juni baru 4.300 orang atau sekitar 39 persen yang telah diperiksa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 orang terkonfirmasi Positif HIV. Sebanyak 18 orang merupakan warga Kota Sukabumi, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah yang menjalani pengobatan dan perawatan di Kota Sukabumi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, mengakui masih banyak warga yang belum mengikuti pemeriksaan meski deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan HIV.
“Masih cukup banyak yang belum menjalani tes dari target yang telah ditetapkan,” ujarnya, Jum’at (5/6/2026).
Dinkes terus mengoptimalkan program Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV guna memastikan pasien mendapatkan layanan secara berkelanjutan. Selain pengobatan, program ini juga bertujuan mencegah pasien putus pengobatan (lost follow up) yang berisiko memperburuk kondisi Kesehatan.
Saat ini Kota Sukabumi memiliki 11 layanan pengobatan HIV yang tersebar di 6 (enam) rumah sakit dan 5 (lima) Puskesmas. Pemerintah daerah juga terus memperluas akses layanan agar pasien lebih mudah mendapatkan pemeriksaan dan terapi.
Di tengah upaya tersebut, Dinkes menegaskan penanganan HIV tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, memperluas deteksi dini, serta mengurangi stigma terhadap Orang Dengan HIV (ODHA).
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi dijadwalkan memiliki kepengurusan baru pada Juli mendatang yang melibatkan berbagai perangkat daerah.
Meski layanan dan akses pengobatan terus diperluas, rendahnya capaian tes HIV menunjukkan masih perlunya peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat agar target pemeriksaan dapat tercapai dan penyebaran HIV dapat ditekan sejak dini.

