Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mendorong generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam mengawal Demokrasi melalui keterlibatan aktif dalam pengawasan partisipatif. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sukabumi di Villa Cantik, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sejumlah peserta dari berbagai kalangan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu yang Berkualitas, Berintegritas, dan Partisipatif. Turut hadir Ketua Bawaslu Kota Sukabumi beserta jajaran, perwakilan KPU Kota Sukabumi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta para peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana mengapresiasi komitmen Bawaslu Kota Sukabumi yang terus membangun kesadaran Demokrasi melalui Program Pendidikan dan Pengawasan Partisipatif. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap prosesnya.
“Demokrasi yang sehat memerlukan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh lembaga resmi, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan warga untuk memastikan proses Demokrasi berjalan sesuai aturan dan berintegritas,” ujarnya.
Bobby menegaskan bahwa persiapan menuju Pemilu dan Pilkada 2029 harus dimulai sejak sekarang. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, masyarakat dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengawasan Pemilu, pencegahan pelanggaran, serta peningkatan partisipasi publik dalam kehidupan Demokrasi.
Menurutnya, program tersebut menjadi sarana strategis untuk mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman kuat mengenai Sistem Demokrasi dan tata kelola pemilu yang baik.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah lolos seleksi dan mengikuti kegiatan tersebut. Keterlibatan generasi muda dalam Pendidikan Demokrasi dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan calon pemimpin, Penyelenggara Pemilu, maupun Pengawas Pemilu yang profesional dan berintegritas.
“Kehadiran para peserta dalam kegiatan ini menunjukkan semangat untuk belajar dan berkontribusi dalam menjaga kualitas Demokrasi. Ini merupakan modal penting bagi masa depan Demokrasi yang lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, Bobby berharap Pendidikan Pengawas Partisipatif tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan pemahaman yang aplikatif sehingga peserta dapat berperan aktif sebagai agen edukasi dan pengawasan di lingkungan masing – masing.
“Proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Pengawasan yang kuat dan partisipatif akan menjadi fondasi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bobby juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan Literasi Demokrasi, memperkuat kesadaran kolektif, serta menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara Pemilu, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang semakin Maju, Demokratis, dan Berintegritas.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kota Sukabumi diharapkan mampu melahirkan kader – kader Pengawas Partisipatif yang memiliki kapasitas, pemahaman, dan komitmen kuat dalam mengawal Demokrasi. Keberadaan mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu serta mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas pada pesta Demokrasi mendatang.













