Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat upaya pengendalian penyakit melalui kegiatan Akselerasi Pengendalian Penyakit Melalui Kemitraan Strategis dan Launching Rabies Center Puskesmas yang dibuka Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, di Hotel Grand Permata Hijau, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta ini membahas Pengendalian Tuberkulosis (TB), peningkatan cakupan imunisasi, serta peluncuran Rabies Center di Puskesmas Cipelang, Baros, dan Sukabumi untuk memperluas akses layanan bagi korban Gigitan Hewan Penular Rabies.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyebutkan kasus TB di Kota Sukabumi pada 2025 mencapai lebih dari 3.000 kasus. Meski penemuan kasus tergolong baik, tingkat keberhasilan pengobatan masih belum mencapai target nasional sebesar 90 persen.
Sementara itu, cakupan imunisasi di Kota Sukabumi telah mencapai sekitar 99 persen dan terus ditingkatkan melalui program Gerakan Bersama Meningkatkan Cakupan Imunisasi (GEMPITA).
Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa persoalan kesehatan tidak dapat ditangani oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kita harus memastikan program kesehatan tidak berhenti pada seremoni. Semua pihak harus aktif mengawal agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ayep juga berharap kasus tuberkulosis dapat terus ditekan serta mengapresiasi hadirnya Rabies Center yang dinilai akan memperkuat layanan kesehatan dan mempercepat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies di Kota Sukabumi.













