Ragam

Ramai – Ramai Nonton Bola Piala Dunia 2026, Koramil 03/Sukmajaya dan Warga Rajut Kebersamaan di Sukmajaya

adminsigiku.com
×

Ramai – Ramai Nonton Bola Piala Dunia 2026, Koramil 03/Sukmajaya dan Warga Rajut Kebersamaan di Sukmajaya

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Kota Depok – Sorak-sorai menggema di Kediaman Haji Satar, Sukmajaya, Minggu 28/6/2026 malam. Ratusan warga duduk berjejer, mata tertuju ke layar besar. Bukan nonton bioskop, tapi nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 bersama Koramil 03/Sukmajaya.

Kegiatan nobar ini lebih dari sekadar hiburan, tapi jadi ruang temu antara seragam loreng dan warga sipil. Ruang untuk tertawa bersama, tegang bersama, dan merayakan persatuan.

Komandan Kodim 0508/Depok, Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo, hadir langsung bersama Danramil 03/Sukmajaya, Mayor Inf Suyono, dan jajaran. Kehadiran mereka disambut antusias warga dari berbagai kalangan.

Sejak sore, lokasi nobar sudah dipadati masyarakat. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, sampai anak muda yang datang membawa semangat sepak bola.

Dandim 0508/Depok menegaskan, nobar bukan hanya soal siapa yang menang di lapangan hijau.

“Olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan.
Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Kolonel Ginanjar, Minggu 28/6/2026.

Bagi Mayor Suyono, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga keakraban. Di tengah kesibukan tugas, Koramil ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai aparat.

“Antusiasme masyarakat sangat baik.
Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat rasa persatuan, kekompakan, serta menjaga kondusivitas lingkungan,” tandasnya.

Nobar kali ini membuktikan satu hal, tidak butuh panggung besar untuk merajut kebersamaan. Cukup layar, bola, dan niat baik untuk duduk bersama.

Piala Dunia 2026 mungkin jauh di benua lain. Tapi semangatnya terasa sampai ke gang-gang Sukmajaya Depok.

Di sini, tidak ada sekat, yang ada hanya warga dan TNI yang sama-sama bertepuk tangan, sama-sama kecewa saat gol gagal, dan sama-sama bangga jadi Indonesia.
Karena di akhir pertandingan, skor boleh berbeda. Tapi persatuan, itulah yang menang.