Peristiwa

Lima Bulan Menunggu Tanpa Kepastian, Emak – Emak Korban Longsor di Sukabumi Turun ke Jalan Tagih Janji Relokasi

adminsigiku.com
×

Lima Bulan Menunggu Tanpa Kepastian, Emak – Emak Korban Longsor di Sukabumi Turun ke Jalan Tagih Janji Relokasi

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Kesabaran warga korban bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, RT 05/07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mencapai batas. Setelah hampir 5 (lima) bulan hidup di pengungsian tanpa kepastian relokasi, puluhan warga menggelar aksi damai di tepi jalan, Senin (29/6/2026).

Aksi yang didominasi kaum ibu atau emak – emak itu berlangsung tertib, namun sarat pesan. Dengan membawa poster sederhana berbahan kardus bekas, mereka menyuarakan tuntutan yang selama ini hanya menjadi harapan.

“Kami Butuh Relokasi Secepatnya” dan “Kami Butuh Bukti, Bukan Janji” menjadi kalimat yang paling mencolok. Poster-poster itu menggambarkan rasa lelah, kecewa, sekaligus harapan agar pemerintah segera memberikan kepastian bagi puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Ketua RT 05/07 Kampung Cijambe, Yusuf, menegaskan aksi tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan jeritan warga yang sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.

“Yang kami butuhkan hanya kepastian relokasi dari Bapak Bupati. Sampai sekarang belum ada informasi yang jelas. Kami ingin relokasi segera direalisasikan,” ujarnya.

Menurut Yusuf, sejak bencana pergerakan tanah memaksa mereka meninggalkan rumah, seluruh warga terdampak masih bertahan di rumah kontrakan maupun tempat penampungan sementara. Sementara itu, permukiman lama sudah tidak lagi layak dihuni karena rawan membahayakan keselamatan.

Hampir 5 (lima) bulan berlalu, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai lokasi maupun jadwal relokasi.

“Belum ada yang datang memberikan informasi kepada kami. Yang kami inginkan sekarang hanya kejelasan,” katanya.

Ketidakpastian itu tidak hanya menguras kesabaran, tetapi juga memperberat beban hidup warga. Selain harus menanggung biaya tempat tinggal sementara, mereka terus dihantui kecemasan akan masa depan keluarga dan anak – anak mereka.

Melalui aksi damai tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera merealisasikan relokasi yang telah lama dijanjikan. Mereka berharap tidak lagi hidup berpindah – pindah dan dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman serta layak.

“Kami memohon kepada Bapak Bupati agar relokasi warga Kampung Cijambe segera direalisasikan. Harapan kami sederhana, kami hanya ingin hidup tenang dan tidak lagi dihantui rasa waswas,” tutup Yusuf.