Pewarta : A Y Saputra
Kabupaten Ciamis – Terganggunya aliran Irigasi Cilebut menyebabkan lebih dari 29 hektare lahan persawahan di Desa Tanjungjaya dan Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, mengalami kekeringan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam produktivitas pertanian dan berpotensi memicu gagal panen apabila tidak segera ditangani.
Koordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cisaga, Juju Yusmaningsih, menjelaskan bahwa permasalahan bermula ketika saluran Irigasi Cilebut yang berada di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, sempat tertimbun longsor. Setelah diperbaiki beberapa bulan lalu, saluran tersebut diganti menggunakan pipa paralon berukuran besar.
Namun, menurutnya, pipa yang digunakan diduga tidak mampu menahan beban sehingga mengalami penyempitan dan menghambat debit air yang mengalir ke wilayah hilir.
“Awalnya saluran irigasi tertimbun longsor. Setelah diperbaiki menggunakan pipa paralon berukuran besar, diduga kualitas pipa kurang memadai sehingga akibat beban yang ada saluran menjadi menyempit. Dampaknya, aliran air tidak berjalan normal bahkan tidak mampu mengalir ke areal persawahan. Saat ini luas lahan yang terdampak mencapai lebih dari 29 hektare di Desa Tanjungjaya dan Desa Kepel,” ujar Juju saat ditemui di kantornya, Kamis (2/7/2026).
Akibat minimnya pasokan air, lahan pertanian yang saat ini memasuki masa tanam mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat tanaman padi terancam mengalami gangguan pertumbuhan hingga berpotensi gagal panen apabila pasokan air tidak segera dipulihkan.
Juju mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para petani dan melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemantauan, penyebab utama kekeringan berasal dari tidak optimalnya fungsi saluran irigasi pascaperbaikan.
Para petani kini berharap pemerintah melalui instansi terkait, khususnya yang menangani sumber daya air, segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap saluran Irigasi Cilebut agar distribusi air kembali normal. Penanganan cepat dinilai sangat penting untuk menyelamatkan puluhan hektare sawah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

