Pewarta : Ida
Kota Bandung – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menggelar operasi gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Bandung pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Razia ini menyasar potensi penyalahgunaan narkotika sekaligus menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang dinilai masih marak di kawasan hiburan malam.
Operasi dipimpin langsung Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar dengan melibatkan berbagai instansi, di antaranya TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polrestabes Bandung, Bea Cukai, serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes urine secara acak terhadap sejumlah pengunjung yang dinilai mencurigakan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Arly Jembar Jumhana, mengatakan operasi terpadu ini merupakan langkah nyata untuk mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Bandung.
“Malam ini hingga dini hari kami melaksanakan operasi gabungan untuk meminimalisasi berbagai penyakit masyarakat, terutama penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Bandung,” kata Arly, Sabtu (1/8/2026) malam.
Libatkan TNI, BNN, Bea Cukai hingga BPOM
Dalam operasi tersebut, aparat gabungan tidak hanya melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung, tetapi juga memastikan tidak ada pelanggaran lain yang luput dari pemeriksaan. Keterlibatan lintas instansi dinilai penting agar pengawasan di lokasi hiburan malam berjalan lebih efektif dan komprehensif.
Selain personel Ditresnarkoba Polda Jabar, operasi juga melibatkan Bidang Propam Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Polisi Militer TNI, BNN, Bea Cukai, serta BPOM.
“Kita dari Polda Jabar, Direktorat Narkoba, Propam, bekerja sama dengan Polrestabes, BNN, Pom TNI, Bea Cukai, kemudian dari BPOM,” ujar Arly.
Pengunjung Mencurigakan Dites Urine
Petugas menyisir sejumlah tempat hiburan malam yang dianggap memiliki tingkat kerawanan terhadap peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Sejumlah pengunjung yang menunjukkan gelagat mencurigakan kemudian menjalani tes urine di lokasi.
Menurut Arly, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan apakah yang bersangkutan terindikasi menggunakan narkotika.
“Ada beberapa tempat yang kita masuki dan kita sudah melakukan tes urine terhadap beberapa pengunjung yang memang terlihat mencurigakan. Apakah benar menggunakan narkoba atau tidak, nanti akan diketahui dari hasil tes urine,” jelasnya.
Operasi Akan Digelar Secara Berkala
Polda Jawa Barat menegaskan operasi serupa tidak akan berhenti pada razia kali ini. Pengawasan di kawasan hiburan malam akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan efek jera bagi pelaku penyalahgunaan narkoba, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan memastikan tempat hiburan malam beroperasi sesuai ketentuan hukum.
“Tentunya kegiatan ini akan terus kami lakukan, tidak hanya malam ini, tetapi juga pada hari-hari berikutnya,” tegas Arly.

