Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur – Mobilitas masyarakat selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW mendorong peningkatan penggunaan kereta api di wilayah Cianjur. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lebih dari 10 ribu penumpang berangkat menggunakan KA Siliwangi dari Stasiun Cianjur dan Stasiun Cipatat selama periode libur panjang tersebut.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan Stasiun Cianjur dan Stasiun Cipatat menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk berbagai keperluan, mulai dari silaturahmi, perjalanan bisnis hingga wisata.
Selama periode libur panjang, jumlah pengguna jasa KA Siliwangi yang berangkat dari Stasiun Cianjur mencapai 6.767 orang. Sementara dari Stasiun Cipatat tercatat sebanyak 3.437 orang.
Adapun jumlah penumpang yang datang di Stasiun Cianjur mencapai 7.063 orang, sedangkan di Stasiun Cipatat sebanyak 3.981 orang.
“Kereta api semakin menjadi bagian dari pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata, di mana masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” kata Kuswardojo saat dihubungi di Cianjur, Kamis.
Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat pada momentum libur panjang menunjukkan kereta api semakin diminati sebagai moda transportasi, khususnya untuk perjalanan wisata dan mengunjungi keluarga.
KAI Daop 2 Bandung, kata dia, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, terutama pada periode libur panjang ketika mobilitas masyarakat meningkat menuju berbagai kabupaten dan kota yang dilayani KA Siliwangi, termasuk Cianjur dan Sukabumi.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi selama momentum libur panjang keagamaan maupun libur nasional lainnya.
KAI memastikan pelayanan perjalanan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
“Tidak hanya tiga stasiun yang dilalui KA Siliwangi, hal yang sama terlihat di sejumlah stasiun di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung yang menjadi pusat pergerakan pengguna jasa kereta api jarak jauh menuju berbagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kuliner di Jawa Barat,” katanya.
Tingginya pergerakan penumpang juga tercatat di sejumlah stasiun besar di wilayah Daop 2 Bandung.
Di Stasiun Bandung, sebanyak 27.814 pengguna jasa kereta api jarak jauh tercatat berangkat selama periode libur panjang, sedangkan jumlah penumpang yang tiba mencapai 28.948 orang.
Sementara itu, Stasiun Kiaracondong melayani 14.280 penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dan 13.615 penumpang yang datang.
Mobilitas masyarakat juga terlihat cukup tinggi di wilayah Priangan Timur. Stasiun Tasikmalaya, Banjar, dan Garut menjadi sejumlah titik pergerakan masyarakat yang memanfaatkan kereta api jarak jauh untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.
KAI Daop 2 Bandung mengajak masyarakat menjadikan perjalanan dengan kereta api sebagai bagian dari pengalaman menikmati destinasi wisata di Jawa Barat. Di saat yang sama, masyarakat diminta turut menjaga fasilitas dan lingkungan stasiun agar tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan secara optimal oleh seluruh pengguna jasa.













