Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Pagi dan sore menjadi waktu yang tak dilewatkan Sahna. Di kandang miliknya di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, ia memastikan domba-domba yang dipeliharanya mendapatkan air minum secara rutin.
Dua kali sehari, rutinitas sederhana itu dilakukan dengan disiplin. Bagi Sahna, menjaga kebutuhan dasar ternak merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kesehatan dan produktivitas domba yang menjadi tumpuan usaha keluarganya.
Sahna merupakan salah satu peternak binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang tergabung dalam kelompok Balai Ternak Jatimekar. Di balik rutinitas tersebut, terdapat proses pendampingan yang mendorong peternak untuk mengelola usaha secara lebih tertata.
Program pemberdayaan BAZNAS tidak hanya berbicara mengenai bantuan, tetapi juga bagaimana penerima manfaat mampu merawat, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan usaha yang dijalankan.
Kebiasaan Sahna dalam menjaga ketersediaan air minum ternaknya menjadi salah satu contoh penerapan manajemen pemeliharaan yang disiplin. Perawatan teratur membantu menjaga kondisi fisik ternak tetap optimal sekaligus mendukung produktivitas peternakan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, menyampaikan bahwa perubahan besar dalam pemberdayaan masyarakat sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Yang kami dorong adalah kemandirian. Peternak harus memiliki kemampuan mengelola usahanya dengan baik, karena keberhasilan pemberdayaan pada akhirnya bukan hanya terlihat dari jumlah bantuan, tetapi dari bagaimana usaha tersebut bisa terus berjalan dan berkembang,” kata H. Ayi Subhan Hafas, Jum’at (28/08).
Ia menilai kedisiplinan peternak dalam menerapkan pola pemeliharaan menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan usaha ternak yang berkelanjutan.
“Semoga apa yang dilakukan Sahna bisa menjadi contoh bagi peternak binaan lainnya. Dengan perawatan yang baik, produktivitas bisa dipertahankan, kemudian usaha berkembang dan kesejahteraan keluarga ikut meningkat,” ujarnya.
Dari sebuah kandang sederhana di Jatimekar, semangat kemandirian itu terus tumbuh. Air minum yang diberikan dua kali sehari mungkin terlihat sebagai rutinitas kecil, tetapi bagi Sahna, konsistensi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ternak, mempertahankan usaha, dan membangun masa depan ekonomi keluarga.













