Ragam

PSEL Galuga Dibangun, Pemkab Bogor Prioritaskan Warga Sekitar Jadi Tenaga Kerja

adminsigiku.com
×

PSEL Galuga Dibangun, Pemkab Bogor Prioritaskan Warga Sekitar Jadi Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Red

Kabupaten Bogor — Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan masyarakat di sekitar Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja pada fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, komitmen melibatkan masyarakat sekitar telah dibicarakan sejak awal rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

“Komitmen kita bersama-sama, tenaga kerja adalah dari masyarakat sekitar,” kata Rudy usai peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Kabupaten Bogor, Kamis.

Pembangunan fasilitas PSEL tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga dua tahun sebelum mulai beroperasi.

Fasilitas itu dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari. Namun, Rudy menyebut kapasitas mesin yang dipasang tidak menutup kemungkinan dapat melampaui 2.000 ton per hari.

Kapasitas tersebut dinilai penting mengingat produksi sampah Kabupaten Bogor saat ini mencapai sekitar 3.000 ton per hari.

Angka itu dihitung berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 6,1 juta jiwa dengan asumsi setiap orang menghasilkan rata – rata 0,5 kilogram sampah per hari.

“Belum ditambah Pemerintah Kota Bogor. Maka dengan kondisi pabrik yang didirikan sekarang belum dapat menyelesaikan 100 persen,” ujarnya.

Galuga Tak Lagi Sekadar Tempat Penumpukan

Rudy mengatakan, keberadaan PSEL akan mengubah pola penanganan sampah di Galuga. Sampah yang masuk nantinya tidak lagi sekadar ditumpuk menggunakan sistem open dumping, tetapi diproses untuk menghasilkan energi.

Sampah baru akan dimanfaatkan sebagai bahan baku PSEL untuk menghasilkan energi listrik. Sementara itu, timbunan sampah lama di Galuga akan ditangani menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar minyak.

Meski fasilitas pengolahan berskala besar dibangun, Pemkab Bogor tetap menjalankan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga desa.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan volume sampah dari sumbernya sehingga tidak seluruh timbulan sampah berakhir di Galuga.

Menurut Rudy, penanganan sampah dari hulu menjadi bagian penting agar pengoperasian fasilitas PSEL di Galuga berjalan beriringan dengan upaya pengurangan sampah di tingkat masyarakat.

“Jadi tidak hanya mengandalkan pabrik, tetapi bagaimana dari hulunya juga kita kurangi,” ujarnya.

Investasi Rp. 2,8 Triliun

PSEL Bogor Raya 1 dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp. 2,8 triliun. Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.

Selain menjadi fasilitas pengolahan sampah, proyek tersebut diproyeksikan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemkab Bogor juga berharap PSEL Bogor Raya 1 dapat menghasilkan energi hijau yang nantinya mampu memasok kebutuhan listrik bagi lebih dari 100.000 rumah di wilayah Bogor Raya.

Dengan pembangunan tersebut, penanganan sampah di Galuga diarahkan tidak lagi berhenti pada pemindahan dan penumpukan sampah, tetapi berkembang menjadi sistem pengolahan yang menghasilkan energi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.