Antar Desa

Menang di Tengah Persaingan Tipis, H. Agun Ajak Warga Cimuja Kembali Bersatu

adminsigiku.com
×

Menang di Tengah Persaingan Tipis, H. Agun Ajak Warga Cimuja Kembali Bersatu

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Gervan

Kab.Sumedang – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 di Desa Cimuja, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, berlangsung dengan persaingan yang sangat ketat. Berdasarkan hasil pleno Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cimuja, Dr. Drs. H. Agun Jaya Nusantara, M.Pd., calon nomor urut 2, ditetapkan sebagai pemenang dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Kemenangan H. Agun menjadi perhatian lantaran persaingan perolehan suara dengan pesaing terdekatnya, Dudi Setiadi, berlangsung sangat tipis. Berdasarkan data sementara yang sebelumnya ditampilkan pada laman Pilkades Sumedang 2026, H. Agun mengantongi 475 suara atau 35,1 persen, hanya terpaut tujuh suara dari Dudi Setiadi yang memperoleh 468 suara atau 34,5 persen.

Sementara itu, dua kandidat lainnya, Agus Suryana memperoleh 230 suara atau 17 persen, sedangkan Irwan Permana meraih 182 suara atau 13,4 persen.

Data sementara tersebut juga mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 74,6 persen, dengan 1.362 dari total 1.825 pemilih telah menggunakan hak pilihnya. Adapun jumlah suara yang tercantum dalam rincian perolehan keempat kandidat mencapai 1.355 suara.

Ketatnya persaingan tersebut menjadi gambaran tingginya dinamika demokrasi di tingkat desa. Setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan kepemimpinan Desa Cimuja untuk periode mendatang.

Usai hasil pleno ditetapkan, H. Agun menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Pilkades 2026.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Cimuja yang telah berpartisipasi dalam Pilkades 2026. Bagi saya, setiap suara merupakan bentuk kepercayaan yang harus dihormati dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Senin (02/11).

Lebih lanjut, H. Agun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan setelah melewati proses kontestasi politik desa. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang tidak boleh merusak hubungan persaudaraan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan, menghormati seluruh tahapan demokrasi, serta menghindari perpecahan akibat perbedaan dukungan terhadap masing-masing calon.

“Pilkades ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan tentang bagaimana kita bersama-sama membangun Desa Cimuja menjadi lebih maju, sejahtera, dan harmonis,” ungkapnya.

H. Agun menegaskan bahwa persatuan masyarakat harus menjadi prioritas utama setelah seluruh tahapan pemilihan selesai dilaksanakan.

“Apa pun hasil akhir yang ditetapkan secara resmi, persaudaraan dan persatuan masyarakat harus tetap kita jaga. Desa ini adalah milik kita bersama, dan masa depannya menjadi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya hasil pleno tersebut, masyarakat Desa Cimuja kini memasuki babak baru kepemimpinan. Kemenangan dalam Pilkades diharapkan menjadi awal dari pengabdian dan kerja bersama untuk menjawab berbagai kebutuhan serta harapan masyarakat.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan sekadar proses memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan membangun masa depan desa secara bersama-sama.