Pewarta : Fitri
Kabupaten Garut – Bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar UPT Puskesmas Cibatu, Kabupaten Garut, bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Barat, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah pasien mengaku mengalami perubahan penglihatan setelah menjalani tindakan operasi.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tersebut berlangsung pada 4 – 6 November 2026. Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Salah seorang pasien, Marmah (66), warga Desa Saribakti, Kecamatan Peundeuy, mengaku kondisi penglihatannya sebelum operasi semakin memburuk. Bahkan, pandangannya kerap gelap sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Namun, setelah menjalani operasi katarak, ia mulai merasakan perubahan pada penglihatannya.
“Alhamdulillah ada kerasa, sing sehat mudah-mudahan seterusnya. Doanya untuk semua. Yang memperjuangkan acara ini sing panjang umur dan sehat semuanya,” ungkap Marmah dengan penuh syukur.
Hal serupa disampaikan Hidayat (68), warga Kecamatan Sukawening. Ia mengatakan, sebelum menjalani operasi, penglihatannya buram hingga objek yang dilihat tampak menjadi dua.
“Alhamdulillah setelah dioperasi ada perbedaan dari sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Hidayat, program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama warga yang membutuhkan penanganan katarak tetapi memiliki keterbatasan biaya untuk menjalani operasi secara mandiri.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Cibatu menjelaskan, pelaksanaan program diawali dengan skrining terhadap 250 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 138 orang dinyatakan lolos pemeriksaan dan dijadwalkan menjalani operasi.
Dalam pelaksanaannya, tercatat empat orang pasien tidak hadir pada hari tindakan. Selain itu, terdapat empat pasien yang mengalami kendala saat proses operasi.
Satu pasien memutuskan tidak melanjutkan tindakan karena merasakan sakit saat proses pembiusan lokal. Sementara tiga pasien lainnya diketahui memiliki kondisi saraf mata yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan medis dan rekomendasi dokter untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan kondisi pasien.
Pihak UPT Puskesmas Cibatu berharap kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi program rutin setiap tahun.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan mata, sehingga gangguan penglihatan akibat katarak dapat ditangani dan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.













