Pewarta : Heri Kusnadi
Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bekerjasama dengan Tim Pengerak PKK Kabupaten Ogan Ilir mengelar kegiatan sosialisasi Undang-Undang Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak, bertema “Dengan sosialisasi UU Perlindungan Anak Kita Mewujudkan tumbuh Kembang Anak yang Berkualitas.” di Gedung Serbaguna Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai selasa, (02/10/18).
Dalam acara yang diikuti ratusan peserta yang terdiri dari, Pengurus PKK, Bunda Paud, serta Guru SD Se-Kabupaten OI tersebut, Bupati OI HM Ilyas Panji Alam mengatakan, berbagai soroton tertuju pada tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi, baik melalui media cetak maupun elektronik, telah memposisikan pemerintah untuk segera mengambil keputusan dan proaktif merespon berbagai reaksi masyarakat, melalui berbagai kegiatan pemberantasan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan dimaksud adalah membuat regulasi ditingkat pusat maupun daerah yang betul-betul menyentuh substansi permasalahan yang sedang dihadapi. Saya harapkan Sosialisasi ini dapat menjelaskan berbagai strategi dan sistem pencegahan dini antara semua pihak,” ucapnya.
Sementara Ketua Bunda PAUD OI yang juga ketua TP-PKK OI Meli Mustika MM mengatakan menyambut baik kerjasama yang dibangun oleh Pemerintah OI, pasalnya akan memberikan pemahaman yang mendalam bagi para peserta.
Sudah banyak Peraturan Perundang-undangan terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dihasilkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan diharapkan regulasi tersebut dapat disosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Tugas tersebut sungguh merupakan tugas yang berat, karena terkait dengan permasalahan moral manusia.” pungkasnya.
Seminar nasional dan sosialisasi undang undang perlindungan anak yang bertema “Kita wujudkan tumbuh kembang anak yang optimal dan berkualitas menghadirkan sekolah dan paud ramah anak”.
Wahyudi Maruwan, Wakil Ketua II, DPRD Ogan Ilir (OI), memberikan apresiasi pada pemerintah daerah dengan telah terwujudnya program satu desa satu Diniyah, tetapi dibalik kesuksesan tersebut sudah tentu masih ada kekurangan, untuk menyikapi hal tersebut kiranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir agar dapat menganggarkan dana untuk hal – hal yang dibutuhkan untuk mensukseskan program tersebut.
“Untuk meningkatkan mutu dan kwalitas Satu desa Satu Diniyah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir (OI), agar dapat mengangarkan dana ditahun depan.”
Menurutnya, Percuma pendidikan tinggi kalau tidak dibungkus dengan ahlak dan budi pekerti yang baik, tambah politisi PDI P ini.
Bukan itu saja, tambah putra kelahiran Desa Muara Penimbung Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, permasalahan guru honorer PAUD di Ogan Ilir agar ditingkatkan lagi.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir, Arianto mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan DPMD OI, menggunakan anggaran Dana Desa, untuk meningkatkan kesejahteraan Guru Paud se Ogan Ilir.
“Untuk tahun 2018 ini tidak bisa kita laksanakan tapi Insya Allah tahun depan”, katanya singkat,
Seminar ini diisi nara sumber dr.Erlinda selaku komisioner KPAI Pusat dan dihadiri Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam Didampingi Ketua TPKK Hj.Melly Mustika, Ketua II DPRD OI, Sekda H.Herman, Plt Kadisdik OI, Arianto dan para Camat se Kabupaten Ogan Ilir.













