Peristiwa

Polwan Cantik Bagi-Bagi Air Minum Kepada Para Pengunjuk Rasa

adminsigiku.com
×

Polwan Cantik Bagi-Bagi Air Minum Kepada Para Pengunjuk Rasa

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Abi Cris

Koran SINAR PAGI, Majalengka,– Biasanya pengamanan unjuk rasa identik dengan polisi berbadan tegap, lengkap dengan peralatan anti huru-hara berupa tameng, pelindung badan, helm, serta tongkat rotan, bahkan senapan gas air mata dan mobil water cannon.

Namun, dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa dari Desa Banjaran Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka terhadap PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) Majalengka, Selasa (02/10/18), tampak puluhan polisi cantik turut mengamankan jalannya aksi dengan melakukan pendekatan yang simpatik kepada pendemo.

Sama halnya dengan kebijakan yang diberlakukan dalam penanganan aksi unjuk rasa di PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) Majalengka, di Majalengka 30 personel polisi wanita (polwan) dari Polres Majalengka khusus diterjunkan untuk menjadi negosiator dalam aksi tersebut.

Tak lupa, mereka pun membagi-bagikan minuman air mineral kepada para pengunjuk rasa. Para polwan berseragam lengkap ini berada pada garis depan barisan pengamanan demonstrasi siang ini.

Hal ini dilakukan sudah dua tahun terakhir. Polwan dihadapkan dengan massa pengunjuk rasa. “Sengaja saya bawakan polwan cantikku keluar dari markas, biar para pendemo bisa lebih tenang. Apalagi kalau ditambah dengan polwan cantik yang bawakan minuman air mineral, jelas pendemo bisa berpikir intelek,” kata Waka Polres Kompol Ijang Syafei.

Ratusan masa dari Desa Banjaran Sumberjaya dalam pelaksanaan Aksi Unjuk Rasa tersebut dengan tuntutan yakni pertanggungjawaban suplai Air Bersih, dimana perusahaan bapak telah menjanjikan suplai Air Bersih kepada kami, bilamana masyarakat sekitar terkena dampak kekeringan yang diakibatkan oleh adanya pengeboran Air Bawah Tanah yang dilakukan oleh pihak PT KSNI.

Meminta Hak, untuk kerja sama dalam hal pengelolaan limbah produksi seperti wafer, sidecut, babel, dan limbah lainnya (non produksi) selama proses produksi berlangsung yaitu 7 (tujuh) hari kerja atau 1 (satu) Minggu.

Hingga tuntutan tersebut dikabulkan oleh PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) Majalengka sekitar Jam 11 siang masa membubarkan diri masing masing dengan tertib aman dan kondusif.