Pewarta : Agus Lukman
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Kendatipun kelulusan belum diumumkan, namun entah bagaimana para siswa sudah merayakannya dengan melakukan konpoy kendaraan bermotor dan di aksi corat – coret seragam sekolahnya, Senin (29/04/19).
Aksi tidak terpuji para siswa ini tak pelak menimbulkan kecemasan warga, terutama para pengguna jalan raya, pasalnya, selain menyebabkan kemacetan, masyarakat juga merasa terganggu dengan suara gaduh yang ditimbulkan dari knalpot sepeda motor sekelompok anak baru gede ini.
Dari pantauan koransinarpagijuara.com dilapangan, tepatnya di Jalan Arief Rahman Hakim, Cibatu puluhan kendaraan tampak mengganggu laju kendaraan lainnya.
“Kami merasa sangat terganggu dengan aksi para pelajar ini, padahal setahu saya, sudah sejak lama ada larangan agar para pelajar tidak melakukan konpoy dan curat – coret seragam saat merayakan kelulusan,” kata salah satu warga yang daerahnha dilintasi para pelajar tersebut.
Sementara seorang pelajar yang enggan memyebutkan jati dirinya saat dimintai komentarnya, mengatakan, bahwa kelulusannya baru akan diumumkan pada tanggal 13 Mei 2019 mendatang.
“Sekolah saya akan mengumumkan kelulusannya pada 13 Mei mendatang, namun kalau ada siswa yang melakukan konpoy kendaraan untuk merayakan kelulusan, itu mungkin atas kemauannya sendiri,” ucapnya.
Mendapat kabar adanya aksi konpoy kendaraan bermotor para pelajar ini, pihak Polsek Cibatu tak tinggal diam, Petugas ikut mengawal dan kemudian membubarkannya aksi tersebut.
Akibat aksi konpoy ini, sempat terjadi kecelakaan, dan korbannya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

