Pewarta: Dwi Arifin S.Pd
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Pelantikan kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat menarik perhatiaan dan harapan baru dari insan di lingkungan dinas dan organisasi para guru. Mereka ada yang menilai dari latar belakang, prestasi, pengalaman hingga menghubungkan karyanya yang telah dibangun H. Dedi Supendi M.Si sebelum menjabat Kadisdik Jabar. Koransinarpagijuara.com membuka interaktif dengan Persatuan Guru Republik Indonesia dan dewan pendidikan Jawa Barat untuk menyambut kehadiran H.Dedi Supendi M.Si dilingkungan Dinas Pendidikan.
Seperti disampaikan kepada koransinarpagijuara.com Ketua PGRI Pusat Dudung N. Koswara menilai sebelum menjabat Kadisdik Jabar beliau menjabat Kepala DPM-Desa Jawa Barat. Menariknya sosok Dedi Supandi sudah banyak membuat jembatan gantung penghubung desa di pelosok. Di sejumlah kabupaten dan kota Ia membuat jembatan gantung. Diantara fungsi utamanya adalah untuk akses anak sekolah.
Ahaa, kalau Saya boleh berkelakar karena jasanya terhadap anak didik untuk aksesibilitas dan kelancaran pendidikan maka Ia kini menjadi “Mendikbud” Jawa Barat. Selamat datang di dunia pendidikan yang sangat dinamis dan kompleks Bapak Dedi Supandi. Semoga setiap pergantian Kadisdik di Jawa Barat semakin memberi kebaikan bagi prestasi pendidikan.
Dudung N. Koswara selain mengucapkan selamat juga menitipkan aspirasinya. Ijinkan Saya menyampaikan aspirasi sebagai guru dan pengurus organisasi profesi guru. Ada sejumlah harapan yang harus dijadikan prioritas oleh Dedi Supandi, selain visi besar Jabar Juara Lahir Batin. Diantara harapan dan sejumlah persoalan yang harus mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut :
Pertama, saat ini sedang berjalan hajatan tahunan bernama PPDB. PPDB adalah salah satu bentuk layanan publik bidang pendidikan yang sangat-sangat rawan kritik. Sejumlah kepentingan jelimet di PPDB. Bahkan dahulu kala, sebelum alih kelola, PPDB dijadikan ajang “balas budi politik” para oknum kepala daerah dan timsesnya. Sejumlah surat sakti berseliwearan. Semoga PPDB tahun 2020 sekarang ini lebih baik lagi.
Kedua, nasib guru GTT atau guru honorer. Semoga dengan hadirnya Kadisdik baru ada semangat baru menaikan derajat dan finansial para guru GTT dan guru honorer. Sungguh sangat indah bila di Jawa Barat, SPP gratis dibarengi dengan upaya meng UMR/UMK/UMP para guru honorer atau GTT. Bila ini kejadian, maka sangat-sangat dahsyaat. Sejumlah pemerintah provinsi sudah mulai dapat mensejahterakan para guru GTT dan honorer.
Ketiga, terkait promosi dan penghargaan pada guru-guru terbaik. Misal guru terbaik berprestasi tingkat Jawa Barat dapat diafirmasi menjadi para pemimpin satuan pendidikan. Para guru juara dipermudah untuk berkarir di dunia pendidikan. Guru-guru juara, cukup menyiapakan portofolio, kirim ke Solo untuk ikut LPPKS. Dari guru-guru juara akan lahir Jabar Juara Lahir Batin. Bahkan dari para kepala sekolah dan pengawas berprestasi bisa berkarir lagi di birokrasi pendidikan. Demi Jabar lebih wow!
Keempat, menguatkan ekosistem pendidikan Jabar. Berdayakan organisasi profesi guru, Dewan Pendidikan, UPI Bandung/LPTK Jabar, para pakar pendidikan, LSM/Ormas pendidikan, media dan forum orangtua siswa. Ekosistem pendidikan Jawa Barat adalah sebuah entitas yang harus diberdayakan lebih maksimal. Mengapa ekosistem pendidikan perlu “dipelihara” ? Karena wilayah kepentingan, layanana dimensi pendidikan memang lebih kompleks. Perlu penguatan kolaborasi dan memanfaatkan potensi ekternal pendidikan.
Kelima, prioritaskan “Tri Merdeka”. Apa Tri Merdeka? Sebuah visi dimensi pendidikan di era Merdeka belajar yakni, merdeka kompetensi, merdeka finansial dan merdeka apresiasi. Bila di Jawa Barat semua guru sudah cukup kompeten, semua cukup sejahtera dan guru-guru terbaik, guru penggerak diapresiasi, terlindungi, maka Jabar Juara Lahir Batin akan lebih mudah diraih. Bangsa dan daerah yang maju selalu memprioritaskan layanan pada guru. Jepang bangkit diawali dari memuliakan guru-gurunya
Ucapan selamat bertugas juga disampaikan dari Idris Apandi M,Pd, Anggota Dewan Pendidikan Jawa Barat. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si yang telah memimpin Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat selama kurang lebih selama dua tahun, dan telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mendukung program Jabar Juara dalam bidang Pendidikan pada jenjang SMA/SMK dan SLB. Mengelola pendidikan di sebuah provinsi yang sangat luas dengan jumlah sekolah mencapai puluhan ribu dengan kondisi yang beragam bukanlah hal yang mudah. Perlu kerja keras yang luar biasa.
Saya pun mengucapkan selamat bertugas kepada bapak H. Dedi Supandi S., S.TP., M.Si sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang baru. Dalam jangka pendek, tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah memastikan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang SMA, SMK, dan SLB ditengah pandemi berjalan sukses dan lancar. PPDB setiap tahun hampir selalu diwarnai dengan dinamika yang cukup menguras waktu dan tenaga semua pihak, mulai dari orang tua siswa, pengelola satuan pendidikan, hingga para pengambil kebijakan di lingkungan Dinas Pendidikan. Tentunya saya berharap PPDB di Jawa Barat bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tantangan berikutnya adalah mengelola dan memastikan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa new normal ini berjalan dengan baik, mengingat kondisi sekolah, khususnya SMA, SMK, dan SLB di berbagai wilayah variatif. Hal ini tentunya memerlukan penanganan yang melalui pendekatan yang beragam pula.
Saya pun berharap hal yang sudah baik dimasa kepemimpinan Bu Dewi Sartika semoga bisa dilanjutkan oleh Pak Dedi, dan hal yang belum optimal semoga bisa lebih ditingkatkan dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang bermutu di Jawa Barat.
Dewan Pendidikan Jawa Barat tentunya siap menjadi mitra srategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program Pendidikan di Jawa Barat, karena membangun pendidikan adalah tanggung jawab bersama, perlu sinergi dan kolaborasi semua pihak yang berkepentingan (stakeholder), mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha/industri.













