Pewarta : tim liputan
Koran SINAR PAGI, Kab.Bandung,- Acara peletakan batu pertama dimulai dengsn do,a bersama Cafe/Resto Punceling, secara kebetulan lokasi tugu di samping Cafe Punceling. Turut hadir pada acara tersebut.Kapten INF Ano Andriayana dan anggota Koramil Ciwidey, Camat Ranca bali, Camat Ciwidey, anggota PKPPI beserta tamu undangan lainnya.
Danramil Kapten Inf. Ano Andriayana dalam sambutannya mengenang pahlawan NKRI harus selalu di kenang jasa-jasanya,kita sebagai generasi penerus perlu selalu ingat. tanpa pahlawan belum tentu kita merdeka.
Sambutan yang kedua di sampaikan Ketua panitia, Tatang Babinsa Desa, Alam endah. menyampaikan perlu kita ingatkan bahwa di Bandung Selatan tepatnya di Kp.Lolongokan, Alam Endah ada tugu sejarah tugu pasukan Siluman Merah yang kita lestarikan bersama, ini salah satu sejarah yang kita kita Rawat bersama, jangan sampai lupa atau tidak tahu warga masyarakat teruma di wilayah Ciwidey dan Ranca bali, ini adalah satu sejarah perjuangan pasukan Siluman Merah. Menurut cerita orang tua saya bahwa pasukan Siluman Merah peninggalan orang tua kita Letjen TNI Achmad Wiranatakusumah beliau adalah komandannya.
Pada kesempatan tersebut LIputan Koran SINAR PAGI mewawancarai sesepuh pasukan Silumam Merah, Aki Muhidin kini usianya 115 tahun dan Ueb (95)
Aki Muhidin menceritakan apa yang dia alami selama perang melawan Gurka Belanda. ia memasuki hutan tiap hari dan malam Gurka Belanda berada, mulai dari Gunung halu, Kab.Bandung Barat, Tarengtong, Cimanggu, Ranca bali, Sinumra, Gunung sumul, Cigombong, Pada suka, Cimaskara, Pamoyanan, Cikangkareng, Cijambe, Batu lawang, Cibinong, Ankola, Dago, Sindang barang Kab.Cianjur Selatan.
Aki Muhidin dan rekan-rekan bersatu padu melawan Gurka Belanda, tidak mengenal lelah yang penting indonesia merdeka
Masih menurut keterangan Aki Muhidin, sepulang berperang sampai kelaparan selama dua minggu, naik hutan turun hutan dengan rekan seperjuangannya sebanyak 20.orang, dari Gunung halu dan Ciwidey.
“Aki mah jang pernah weureu pucuk bako 20 anggota ngagaloler kabeh, aki jeung babaturan lapar dua minggu teu mangih sangu, naon we anu aya di leuweung, da poek aya pupucukan di tuang we ku aki teu nyaho eta teh pucuk bako atuh gemprah kabeh 20 urang ngagoler, kabeneran aya cai ibun di uyup ku aki sarerea alhamdulilah calageur deui, nepika lolongokan ngagabung deui jeung pasukan Siluman Merah,” kenang Aki Muhidin
Esok harinya Aki Muhidin dan kawan-kawan berada di Kp.Tarengtong Desa Alam endah untuk menghadang Gurka Belanda, tiba-tiba datang kapal teng Belanda langsung di tembak jatuh oleh pasukan Siluman Merah tepatnya di bawah tugu pasukan SILUMAN MERAH Tarengtong Desa Alam endah, Kec.Ranca bali, Kab.Bandung, Itulag sekilas hasil wawancara dengan sesepuh pasukan Siluman Merah yang dikomandani Lenjen TNI Achmad Wiranatakusumah

