Ragam

Rumput Vetiver, Tanaman Mitigasi Pengendali Erosi Dan Longsor

adminsigiku.com
×

Rumput Vetiver, Tanaman Mitigasi Pengendali Erosi Dan Longsor

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sugama
(Penyuluh Kehutanan Jawa Barat/Ipkindo DPW Jabar]

Memasuki musim hujan awal Tahun 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Banjir dan lonsor merupakan bencana akibat buruknya konservasi lahan terutama di daerah hulu, sehinga lahan tersebut tidak mampu meyerap air dan menahan material tanah ketika musim hujan tiba. Banjir dan Longsor juga dapat menyebabkan korban jiwa dan juga hancurnya setiap benda yang dilaluinya dan timbulnya korban jiwa dan rusaknya benda-benda mengartikan bahwa pentingnya untuk mencegah bahaya longsor dan banjir.

Menurut peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dampak longsor dan erosi tanah dapat diantisipasi dengan berbagai cara. Penanaman rumput vetiver menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan. Tanaman vetiver dinilai berguna untuk memperbaiki kerusakan tanah yang dapat menyebabkan terjadinya erosi dan longsor.

Mengenal Rumput Vetiver

Dalam klasifikasi tanaman Rumput Vetiver (Chrysopogon zizanioides), dimasukan dalam Famili Gramineae, yaitu keluarga rumput-rumputan. Rumput vetiver termasuk rumput tahunan (perrenial grasse), mempunyai rumpun besar, tinggi batang dapat mencapai 3 meter, batang tegak keatas, bagian bawah lebih besar dan berkayu.

Rumput Vetiver tidak berbunga dan tidak memiliki geragih ataupun rimpang, sehingga pertumbuhannya dapat dikendalikan. Perbanyakannya dengan tunas. Akarnya yang terstruktur baik dan masif dapat tumbuh dengan sangat cepat. Panjang akarnya dapat mencapai 3-4 m di tahun pertama. Akar yang dalam ini membuat Vetiver sangat bagus ketika musim kering dan sulit untuk terseret arus yang kuat pada musim hujan.

Rumput Vetiver toleran terhadap perbedaan iklim seperti kekeringan berkepanjangan, banjir, perendaman dan cuaca ekstrim dari -14oC sampai +55oC, mampu tumbuh kembali dengan cepat setelah terkena dampak kekeringan, cuaca beku, keadaan yang salin dan kondisi yang merugikan setelah cuaca membaik atau setelah amelioran tanah ditambahkan.

Toleran terhadap beragam pH tanah dari 3.3 sampai 12.5 tanpa pembugaran tanah, herbisida dan pestisida tinggi, terhadap keasaman, alkalinitas, salinitas, soldisitas dan magnesium dalam tingkat menengah tinggi, dan sangat efisien dalam menyerap nutrisi tanah yang larut seperti N dan P dan logam berat dalam air yang terpolusi.

Meskipun vetiver sangat toleran terhadap beberapa keadaan ekstrim tanah dan iklim seperti rumput pada umumnya, tetapi vetiver tidak toleran terhadap tempat teduh.

Manfaat Tanaman Vetiver

Pada tanah yang  mudah terkikis dan tidak stabil, Vetiver akan mengurangi erosi lebih dulu, menstabilkan tanah yang terkikis (khususnya lereng yang curam), kemudian  dikarenakan kelembaban dan nutrisi yang tersimpan, meningkatkan mikro organisme lingkungannya sehingga tanaman lain dapat ditanam setelahnya. Dengan karakteristik tersebut Vetiver disebut sebagai tanaman perawat pada tanah yang marginal.

Tanaman vetiver memiliki akar yang sangat dalam dan massif. Panjangnya dapat mencapai 3-4 meter di tahun pertama. Bentuk akar vetiver yang demikian, mampu mengikat tanah dan pada saat yang sama juga akar tersebut memungkinkan tanaman ini tetap kokoh meski diterjang arus yang deras.

Akarnya yang dalam sekali dan cepat tumbuh juga membuat vetiver sangat toleran terhadap kekeringan dan sangat cocok untuk stabilisasi lereng curam.

Vetiver memiliki fungsi dan manfaat yang baik untuk memperbaiki kondisi tanah, menjadikan tanaman vetiver merupakan jenis tanaman yang memiliki kemampuan untuk mencegah tanah longsor dan erosi. 

Tanaman vetiver dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah sebagai langkah upaya mitigasi bencana.

Rumput vetiver memiliki daya tahan hidup yang cukup tinggi. Tanaman ini sangat efektif digunakan untuk menahan tanah dan mengontrol erosi, praktis untuk ditanam, mudah dipelihara, tidak mahal, serta dapat digunakan dalam kegiatan rehabilitasi lahan. Tanaman ini sangat cocok di tanam di daerah tebing dan kelerengan. Namun sayangnya banyak dari kalangan pemerintah tidak mengetahui keunggulan tanaman ini.

Banyak kegiatan penghijauan yang dilakukan diberbagai tempat cenderung tidak membuahkan hasil. Kebanyakan tanaman tersebut tidak tumbuh dengan baik dan mati. Kegiatan penghijauan cenderung dilaksanakan hanya untuk kegiatan seremonial belaka, tanpa membuat rencana tindak lanjut dari penanaman tersebut.

Rumput vetiver telah banyak dibudidayakan dan bahkan telah diolah menjadi minyak akar wangi untuk kebutuhan ekspor, batang dan daunnya merupakan makanan ternak, dan akarnya dapat dijadikan sebagai bahan baku kerajinan tangan. Disisi lain tanaman ini belum terpublikasi secara luas mengenai manfaatnya dalam mitigasi erosi dan tanah longsor, perlindungan lingkungan dan konservasi tanah dan air.