Ragam

Walkot Bekasi Minta BJB Tunda Cicilan!

adminsigiku.com
×

Walkot Bekasi Minta BJB Tunda Cicilan!

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi dalam suratnya yang bernomor 534/2366 bersifat penting perihal “Permohonan Penangguhan Pemotongan Pinjaman” disampaikan kepada Direktur Bank Jabar Banten tertanggal 31 Maret 2020. Ini sangat-sangat baik!

Andaikan semua Walikota dan Bupati di Jawa Barat mengirimkan surat permohonan yang sama, sangat indah. Bank BJB adalah milik warga Jawa Barat, milik nasabah Jawa barat, milik birokrasi di Jawa Barat. Bank BJB hadir bukan untuk kelompok tertentu.

Nasabah guru ASN tidak ada yang macet setoran. Saya pikir ajuan seorang Walikota Bekasi adalah sebuah gambaran pemimpin setingkat kepala daerah yang memahami sikon. Bahkan Sang Walikota Dr. Rahmat Effendi pun berharap warga Kota Bekasi non ASN pun dtunda cicilannya.

Kalau PGRI Jawa Barat sudah membuat surat permohonan, sejumlah PGRI kokab pun mengajukan, ditambah Walikota Bekasi, ini tanda-tanda bank BJB harus bijak. Suara alam nasabah bank BJB butuh BJB “turun gunung” meringankan beban nasabah.

Saya sebenarnya sudah terlalu banyak menulis tentang pentingnya bank BJB mengafirmasi nasabah ASN. Namun karena Saya mendapatkan dokumen Walikota Bekasi memohon pada bank BJB, jadi harus menulis lagi. Untuk memperjuangkan nasib guru, Saya cukup bersemangat.

Mengapa Saya bersemangat? Sebab Saya tahu persis mayoritas guru ASN __apalagi honorer__ dompetnya bermasalah. Apalagi bila para guru ASN memiliki sejumah anak yang harus sekolah dan kuliah. Andaikan tidak ada TPG, para guru dipastikan tidak bisa menguliahkan anaknya. Bisa utang anyuk, anyuk utang.

Semoga Walikota Bekasi yang tergabung dalam asosiasi kepala daerah seluruh Indonesia, bisa seirama. Bersatu desak setiap BPD sejenis bank BJB agar menunda cicilan nasabahnya. Citra asosiasi kepala daerah dihadapan publik akan lebih baik.

Para Bupati dan Walikota itu adalah pemimpin daerah dan pemimpin politik. Terutama yang baru satu kali jadi Bupati dan Walikota, ayo dukung para ASN dan non ASN tunda cicilan ke bank BJB. Insyaallah pilkada periode ke dua akan terpilih lagi. Membela __terutama__ guru di wabah Covid-19 akan menjadi “long term memory” positif.

Ayo para Bupati dan Walikota yang lainnya wake up. Mana hati nurani bela ASN gurunya? Jangan hanya menjelang Pibub/Pilwalkot saja begitu agresif minta dukungan. Saat ini para ASN guru minta penundaan cicilan. Bukan minta potongan!

Kita tahu persis dalam administrasi bank BJB itu ada simpanan pokok dan ada asuransi. Bagaimana bila simpanan pokok dan asuransi “dimainkan” agar semua pihak punya solusi dan jalan tengah. Tidak ada yang dirugikan. Puluhan tahun nasabah ASN guru tidak pernah merugikan.

Tulisan ini hanya rasa sayang saja pada bank BJB __modus__ agar ada hubungan yang harmonis dan romantis antara nasabah guru ASN dan bank BJB. Bila nasabah dan bank BJB saling mencintai maka hubungan itu akan abadi. Bagaikan romantika Mang Romeo dan Ceu Yuliet. Sehidup sesukses!