Pewarta : Agus Lukman
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- LPG, sudah menjadi sahabat manusia dalam kebutuhan sehari-hari Sejak pagi, bahkan hingga 24 jam berjalan.
Sebagai bahan bakar, LPG ini sudah digunakan, mulai dari memasak, hingga mendukung mata pencaharian sebagian masyarakat Indonesia.
Berkaitan dengan hal ini, dalam rangka memberikan edukasi tentang cara aman menggunakan Gas LPG, Hiswana Migas, DPC Kabupaten Garut yang di nakhodai oleh H.Iday Hidayatullah dan sekjen H.Eka Kadarisman, yang kemudian mengadakan sosialisasi secara besar – besaran ke seluruh Pangkalan Penyalur di Kabupaten Garut bekerjasama dengan BRI Cabang Garut, sekaligus mensosialisasikan program BRImola.
Sedikitnya 1.059 pangkalan disisir secara bergantian, hal tersebut dilakukan sebagai edukasi yang nantinya para pengelola pangkalan sebagai ujung tombak penyalur Gas 3 Kg subsidi bisa mensosialisasikan secara langsung kepada user dan pengecer di wilayah Kabupaten Garut.
Humas Hiswana Migas Kabupaten Garut, Evi Hartaz, menjelaskan, tabung Elpiji sudah didesing dengan aspek keamanan, kepraktisan pemakaian dan standar produksi yang ketat dan teruji, namun, keamanan penggunaan Elpiji tetap perlu selalu diperhatikan, ujarnya kepada awak media yang mewawancarainya.
Menurutnya, tidak hanya Elpiji yang perlu dikenali, ada perlengkapan lain sebagai pendukung LPG, yaitu regulator, selang, kompor, serta 2 buah klem.
“Masyarakat perlu memperhatikan kondisi, kebersihan, serta kehandalan dari setiap alat tersebut dengan mengacu kepada SNI,” jeasnya.
Evi menegaskan, apabila masyarakat mendapatkan tabung gas dalam kondisi bocor, agar segera membawa keluar ruangan terbuka.
“Pastikan gas dibawa ke ruang terbuka, jauhkan dari sumber api dan segera hubungi agen resmi atau pangkalan terdekat,” tutur Evi.
Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh 7 agen dan ratusan pangkalan tersebut, Evi memberikan tips aman menggunakan Elpiji yakni :
1. Pastikan kondisi ruangan dapur memiliki ventilasi yang cukup.
2. Tempatkan tabung dengan sirkulasi udara dan ventilasi yang baik.
3. Gunakan regulator berlogo SNI
4. Pastikan klem terpasang erat pada kedua ujung selang.
5. Pastikan selang tidak tertekuk atau tertindih.
6. Pastikan segel/security seal cap serta tersedia karet hitam (rubber seal) dalam keadaan baik.
7. Sebelum menyalakan kompor, cek terlebih dahulu apakah ada bau khas gas elpiji tercium. Jika dirasa aman bisa langsung menyalakan kompor.
8. Rutin melakukan pengecekan regulator dan selang yang sering terkena tumpahan makanan.
9. Lakukan langkah berikut apabila terjadi kebocoran gas:
– Matikan kompor, sumber api lainnya dan aliran listrik di dalam rumah.
– Segera lepaskan regulator.
– Bawa tabung ke luar atau ruang terbuka dan jauhkan dari sumber api,atau masukan ke dalam air / drum dll.
– Hubungi agen Elpiji atau pangkalan terdekat.
“Mari bersama-sama kita saling peduli untuk mengingatkan dan membudayakan keamanan dalam penggunaan Elpiji,” kata Evi Hartaz.
Dalam wawancaranya, Evi Hartaz mengungkapkan, sosialisasi dilakukan secara terus – menerus agar masyatakat makin paham tentang bagaimana menggunakan LPG secara aman.
“Sudah banyak kejadian LPG bocor dan menimbulkan korban jiwa, yang disebabkan oleh kelalaian si pengguna,” Tutur Evi.
Menurut Evi kejadian tersebut timbul karena masyarakat kurang memperhatikan himbauan dan sosialisialisasi, maka dengan pasukan kurang lebih 1.100 pangkalan bisa sebagai ujung tombak team sosialisasi langsung ke masyarakat pengguna.













