Liputan Khusus

World Women’s Day 2021, Jejak Inspiratif Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab

adminsigiku.com
×

World Women’s Day 2021, Jejak Inspiratif Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Satu tahun virus covid 19 menyerang Indonesia, lalu seperti apa kaum wanita menghadapinya? Sosok wanita inspiratif tetap mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi. Lalu bagaimana kesibukannya kaum wanita inspiratif selama masa pandemi?…

Memperingati Hari Perempuan Internasional (World Women’s day) atau hari perempuan sedunia pada 8 Maret 2021. Terlihat dedikasi dan perjuangan wanita di Indonesia atau seluruh dunia terus memperjuangkan haknya dan melahirkan karyanya.

Dalam Google Doodle 8 Maret 2021 juga mengambil tema World Women’s Day dengan menampilkan gambar beberapa profesi yang digeluti kaum hawa yaitu akademis, wirausaha atau bahkan aktifis. Di Hari Perempuan Internasional, banyak wanita inspiratif yang dapat menjadi panutan terhadap hal hal positif.

Koran Sinar Pagi berupaya menjalin interaktif bersama Nikmatus Sholikah Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia periode 2019-2021. Beliau dikenal publik sebagai Jurnalis, Akademisi dan Public Speaker. Proses pendidikannya saat ini yang sedang ditempuh ialah menyelesaikan Magisternya di Universitas Brawijaya, Malang, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Mari kita simak interaktif bersamanya:

Selama triwulan 1 pada tahun 2021, kegiatan apa saja yang sudah berlangsung?…

Selama Januari-Maret ini, kegiatan Internal KJB hanya brainstorming beberapa isu terkini yang ada di Indonesia dan Internasional, khususnya terkait regulasi dalam mengatasi COVID-19. Kami juga memberi support para members KJB Indonesia yang tertimpa musibah Covid-19 dengan berbagai bingkisan spesial dari KJB Indonesia.

Disisi lain, untuk kegiatan eksternal KJB Indonesia, saya sebagai Presiden KJB Indonesia mewakili komunitas hadir dalam beberapa event untuk share knowledge tentang Jurnalistik dan Public Speaking.
Pada awal Maret 2021, sudah ada tiga kegiatan yang saya isi yaitu pertama menjadi narasumber untuk kalangan siswa siswi SMA Muhammadiyah tentang Jurnalistik, narasumber di acara Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Pakistan dengan tema Communication skill at Public Speaking “. Kemudian, ketiga saya menjadi narasumber dalam pelatihan Jurnalistik kelas AVI Journalism School yang di selenggarakan oleh volunteers Al-Quds untuk relawan Palestina. Semua saya lakukan dengan daring by zoom meet karena mengikuti situasi saat ini dimasa pandemi COVID-19.

Kalau dilihat banyaknya agenda kegiatan KJB sangat erat tentang jurnalistik dan publik speaking. Menurut mba sejauh mana pentingnya bakat tersebut dalam masa pendemi atau pengembangan potensi diri?…

Setiap orang saya yakin memiliki bakat masing-masing, namun untuk semua skill khususnya skill Jurnalistik dan Public Speaking yang dibutuhkan bukan hanya bakat tapi latihan untuk mengembangkan potensi diri. Semua hal bisa dilakukan asal kita tak pernah berhenti untuk mencoba hingga kemampuan kita berkembang sesuai dengan target yang ingin kita capai.

Terlebih dimasa pandemi COVID-19, memaksa kita untuk work from home dan learning from home serta semua kegiatan kita adakan secara daring, sehingga aktivitas kita menjadi terbatas. Untuk mengisi waktu agar tetap produktif, dengan mengasah skill kita sehingga kita bisa terus berkarya.

Hal apa yang paling berkesan dan dinilai positif saat satu tahun pandemi oleh kaum wanita?…

Selama masa pandemi ini, hal yang paling berkesan adalah masyarakat dipaksa untuk lebih menjaga kebersihan, kesehatan, memupuk rasa solidaritas dan melek teknologi. Pada poin melek teknologi inilah, menjadi salah satu opportunity saya sebagai Presiden KJB Indonesia, pemimpin wanita dalam sebuah komunitas untuk menggerakkan para rekan komunitas agar tetap produktif dengan melakukan berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Sehingga kami berhasil melakukan berbagai kegiatan melalui daring atau online seperti seminar dan pelatihan Jurnalistik baik Nasional hingga Internasional. Kemudian kita melakukan penggalangan dana dan menyalurkan nya kepada para tenaga medis dan ojek online dalam program Donasi 200 botol Hand sanitizer dan masker di beberapa kota di Pulau Jawa.

” Di tahun 2020, saya sebagai Presiden KJB Indonesia sempat mengisi kelas Jurnalistik dan Public Speaking untuk mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia, Mesir dan Pakistan. Awal Maret 2021 saya juga mengisi kelas Public Speaking untuk para mahasiswa muslimah di Pakistan yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Pakistan. Saya sangat senang bisa berbagi ilmu dan memberikan manfaat bagi orang-orang disekitar saya, jika tidak ada pandemi Covid-19, belum tentu saya memiliki kesempatan berkolaborasi dengan para rekan di lintas negara dalam satu waktu” tutur Nikmah (Presiden KJB Indonesia).

Bagaimana cara kaum wanita agar lebih lebih produktif dan inspiratif saat adaptasi dengan perubahan masa depan?…

Cara agar wanita bisa lebih produktif dan melakukan berbagai kegiatan yang inspiratif adalah dengan melakukan berbagai kegiatan positif dengan menggunakan berbagai tools media sesuai dengan perkembangan zaman. Kegiatan positif yang sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Karena sejatinya wanita memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan suatu generasi dalam sebuah negara. Wanita memiliki peran sebagai ibu yang mendidik generasi muda, berperan sebagai istri yang mendukung para pemimpin bangsa dan penyeimbang komposisi umat manusia.

“Saya sangat yakin, wanita bisa lebih mulia jika ia mau melakukan berbagai kegiatan positif dan mengajak wanita-wanita lainnya untuk bergerak maju. Namun semua membutuhkan tekad yang kuat dan nyali yang besar untuk melakukan hal itu, tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha…. Man Jadda Wa Jadda, “, pungkas Nicmah.

Bagaimana cara pandang mba agar tidak menambah atau muncul masalah baru karena ada pendemi?…
Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang memandang berbagai dampak dari sisi negatif seperti banyaknya korban jiwa, perekonomian lumpuh, ketakutan dan ketidakstabilan tatanan kehidupan. Namun jika kita mau melihat sisi lain, ada juga hal positif yang bisa kita ambil dalam becana pandemi Covid-19 ini.

“Kita tau Allah tak akan pernah memberi cobaan melebihi kekuatan hamba-Nya dan selalu ada hikmah dibalik sebuah kejadian. Selama pandemi ini, pelajaran yang dapat kita petik adalah kita menjadi manusia yang lebih menjaga kebersihan dan kesehatan, meningkatkan kepekaan sosial dengan banyaknya orang yang terdampak pandemi serta menjadi generasi yang ‘melek teknologi’. Ini menjadi salah satu opportunity kita untuk berkembang menjadi manusia yang lebih tangguh dan kreatif dalam menyikapi sebuah keadaan, ‘all about our mindset’. Karena pandemi ini suatu saat akan menjadi sebuah sejarah dalam kehidupan umat manusia, karena pandemi COVID-19 adalah sebuah era yang terjadi pertama kali dalam kehidupan umat manusia dan belum tentu bisa terulang dalam kurun waktu lama. Sehingga kita bisa memanfaatkan momentum ini dengan adaptif melakukan berbagai kegiatan positif yang bermakna, ” Tutup Nikmah.