Peristiwa

Produksi Sampah Di Kota Sukabumi Meningkat Selama Pandemi Covid-19 Berlangsung

adminsigiku.com
×

Produksi Sampah Di Kota Sukabumi Meningkat Selama Pandemi Covid-19 Berlangsung

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Sebanyak 309 orang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi menerima paket sembako, bantuan dari Kabag Umum Setda Kota Sukabumi, Yuyu Subhanudin, yang disalurkan melalui Satgas Percepatan Penanggulangan Covid – 19 Kota Sukabumi.

Bantuan paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, kepada perwakilan petugas kebersihan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup.

Wali Kota dalam sambutannya mengatakan bahwa selama pandemi Covid – 19, para petugas kebersihan dalam melaksanakan tugasnya memiliki risiko berat terpapar Covid – 19 karena diantaranya harus menangani sampah medis seperti masker.

“Melalui bantuan ini, diharapkan para petugas kebersihan tetap memiliki motivasi tinggi dalam melaksanakan tugas, serta diingatkan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas,” ucap Fahmi.

Fahmi juga mengajak masyarakat Kota Sukabumi untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan 5 M dalam keseharian, yakni memakai masker saat berkegiatan diluar rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, selalu menjaga jarak dan mengurangi mobilitas jika tidak terlalu penting.

Produksi sampah di Kota Sukabumi selama masa pandemi Covid – 19 berlangsung, naik hingga 1,4 ton dari yang sebelumnya sekitar 179 ton, menjadi 180,4 ton / hari, ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peran Serta Masyarakat pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Herman Permana.

“Masa pandemi Covid – 19 memunculkan peningkatan produksi sampah masker baik kain dan medis,” katanya.

Dikatakan, untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid – 19 dari sampah masker, pihak Dinas Lingkungan Hidup, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal ini.

“Sebelum dibuang, masker harus dinetralisir dalam larutan disinfektan, klorin atau pemutih, setelah itu masker digunting dan dirusak lalu buang dalam keadaan terbungkus rapat,” ujarnya.