Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Anggota AKSI Dan Kepala SMA Penggerak Angkatan 1)
Ada satu entitas di dunia pendidikan yang memiliki kekuatan luar biasa bila diempower dengan baik. Entitas itu adalah para kepala sekolah. Para kepala sekolah adalah mendikbud kecil yang langsung menyentuh layanan pendidikan. Setiap hari kepala sekolah bersama GTK dan anak didik.
Setiap hari semua kepala sekolah melayani dan mengendalikan jalannya layanan pendidikian. Merdeka Belajar, Guru Penggerak, Sekolah Penggerak tidak akan sukses tanpa pelibatan entitas kepala sekolah. Kepala sekolah adalah elemen strategis pendidikan yang harus disatupadukan dalam sebuah keluarga besar.
AKSI (Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia) hadir berupaya menyatukan diri, mengempower diri untuk kebaikan layanan pendidikan Indonesia. Pepatah bijak mengatakan, “Orang-orang hebat yang bercerai berai akan kalah sama orang-orang lemah yang bersatu padu”. AKSI sejatinya menjadi asbab penyatuan/empowering orang-orang hebat.
Kongres AKSI adalah bagian dari upaya “membangunkan” pemimpin-pemimpin pendidikan terbaik di semua daerah untuk bersatu padu di AKSI. Potensi kepala sekolah PAUD/PAUDNI, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/SLB di seluruh Indonesia bila bergerak bersama, akan sangat wow!
Prof. Dr. Ibrahim Bafadal mengatakan, “Tidak ada siswa yang tidak bisa dididik, yang ada hanya guru yang tidak bisa mendidik. Tidak ada guru yang tidak bisa mendidik, yang ada hanya kepala sekolah yang tidak bisa memimpin”. Substansinya sukses anak didik endingnya ditangan kepemimpian entitas kepala sekolah.
Dalam teori pendidikan, kepala sekolah adalah “Pemimpin Pembelajaran”. Bukan pemimpin politik, pemimpin perusahaan dan pemimpin keagamaan tertentu. Kepala sekolah adalah pemimpin yang lebih strategis dari kepemimpinan apa pun. Mengapa? Karena kepemimpinan pembelajaran adalah hal terpenting dalam kehidupan sebuah bangsa yakni melayani anak didik.
Kongres AKSI yang bertema “Menyongsong Merdeka Belajar dan Program Sekolah Penggerak di Era 4.0” mengajak semua kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk aktif, adaptif dan masif terlibat dalam menyongsong era Merdeka Belajar. AKSI wajib terlibat dalam era Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak, Guru Penggerak dan paradigma baru pendidikan.
Entitas AKSI bukan pollowers melainkan leader pendidikan. Entitas AKSI harus paling depan dalam memahami beragam tuntutan perubahan dan paradima baru layanan pendidikan. AKSI wajib beraksi tiada henti majukan layanan pendidikan Indonesia dari masa ke masa, dari era lama ke era baru. AKSI punya tanggung jawab moral intelektual majukan layanan pendidikan.
Dibawah kepemimpinan Dr. Drs. Asep Tapip Yani, M.Pd dan Sekjen Dr (Cand.) Toto Suharya, M.Pd. AKSI terlihat terus berupaya dan berusaha kontributif dan adaptif dalam dimensi layanan pendidikan. Semoga, khusus pejabat baru, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Dr. Praptono untuk mengawal dan memberdayakan AKSI agar lebih wow.











