Ragam

Perlunya Dukungan Keluarga Yang Memiliki Penyakit ODS

adminsigiku.com
×

Perlunya Dukungan Keluarga Yang Memiliki Penyakit ODS

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dyah Rahmawati S.Kep.Ns

Dukungan Sosial Keluarga terhadap Pemulihan Orang dengan Skizofrenia (ODS) Kesehatan jiwa adalah kondisi seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya (UU No.18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa).

Seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia disebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) (UU No.18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa).

Gangguan jiwa atau mental illness adalah respon maladaptif terhadap stressor dari lingkungan dalam atau luar ditunjukkan dengan pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma lokal dan kultural dan mengganggu fungsi sosial, kerja, dan fisik individu (Townsend, 1996).

Gangguan jiwa berat adalah gangguan jiwa yang ditandai oleh terganggunya kemampuan menilai realitas atau tilikan (insight) yang buruk. Gejala yang menyertai gangguan ini antara lain berupa halusinasi, ilusi, waham, gangguan proses pikir, kemampuan berpikir, serta tingkah laku aneh, misalnya agresivitas atau katatonik.

Gangguan jiwa berat dikenal dengan sebutan psikosis dan salah satu contoh psikosis adalah skizofrenia (Riskesdas, 2017).

Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran, emosi dan prilaku. Pikiran yang terganggu karena berbagai pemikiran tidak saling berhubungan secara logis, persepsi dan perhatian yang keliru, afek yang datar atau tidak sesuai, dan berbagai gangguan aktivitas motorik yang bizzare (Davidson, Neale, & Kring, 2006).

Proses pemulihan ODS juga tidak terlepas dari peran keluarga. Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan (sehat- sakit) anggota keluarga (Yosep, 2007).

Keluarga sangat berperan penting bagi ODS, seperti yang dijelaskan didalam penelitian yang dilakukan oleh Madriffa’i (2015) yang menyatakan bahwa peran keluarga merupakan satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kekambuhan pada ODS. Peran keluarga yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekambuhan pada ODS adalah ikut berperan dalam perawatan aftercare di puskesmas integrasi/RSJ terdekat seperti kunjungan berobat, mengambil obat, pengawasan minum obat, terapi keluarga dan bekerjasama dengan petugas kesehatan terkait peran sebagai case manager terhadap ODS.

Salah satu tindakan yang bisa dilakukan keluarga adalah memberikan dukungan sosial terhadap ODS. Dukungan sosial keluarga mengacu kepada dukungan sosial yang dipandang oleh keluarga sebagai sesuatu yang dapat diakses atau diadakan untuk keluarga.

Dukungan sosial keluarga dapat berupa dukungan sosial keluarga internal, seperti dukungan dari suami/istri atau dukungan dari saudara kandung atau dukungan sosial keluarga eksternal (Friedman, 1998).

Dukungan sosial merupakan suatu upaya yang diberikan oleh keluarga dalam proses pemulihan ODS. Dukungan sosial dapat membantu kelancaran proses pemulihan ODS. Dukungan sosial keluarga adalah segala jenis bantuan yang diberikan oleh keluarga kepada ODS yang berupa kenyamanan, perhatian sehingga menimbulkan perasaan bahwa dirinya dicintai, dihargai dan menjadi bagian dari keluarga tersebut.

Dukungan keluarga diberikan kepada ODS meliputi dukungan yang diberikan ketika proses pengobatan, perawatan diri ODS dan pemenuhan segala kebutuhan ODS.

Keluarga merupakan salah satu faktor utama yang dapat mendukung pemulihan ODS. Penanganan positif yang diberikan keluarga berupa dukungan sosial, strategi koping keluarga, motivasi dan pengetahuan keluarga mengenai skizofrenia dan penanganannya.

Pengaruh Dukungan Sosial
Bagi ODS Pengaruh dari dukungan sosial positif yang diberikan keluarga dapat berdampak positif bagi ODS sebagai penerima dukungan. Pengaruh bagi ODS, antara lain: Pertama, kemandirian ODS adalah kemampuan ODS dalam mengerjakan sebagian besar aktivitasnya tanpa bantuan dari orang lain. Kedua, keterampilan sosial merupakan keterampilan yang dimiliki ODS untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Ketiga, aktivitas merupakan kegiatan yang dilakukan ODS guna mempertahankan kemandirian berupa memiliki pekerjaan atau melakukan kegiatan. Keempat, emosi yakni reaksi ODS terhadap rangsangan yang berasal dari luar dan dalam diri ODS sehingga ODS cenderung untuk bertindak.

Dukungan Keluarga

Dukungan sosial yang diberikan keluarga dapat berpengaruh bagi keluarga itu sendiri sebagai pemberi dukungan kepada ODS.

Pengaruh bagi ODS, antara lain: Pertama, pekerjaan merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan keluarga untuk bisa mencapai suatu tujuan. Tujuan keluarga adalah imbalan berupa uang guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga serta kebutuhan ODS. Kedua, emosi merupakan reaksi Keluarga terhadap rangsang dari luar dan dalam diri keluarga yang merupakan perwujudan dari suatu perasaan dan pikiran yang timbul semasa perawatan ODS serta kecenderungan untuk bertindak. Ketiga, sosial meliputi hubungan keluarga dengan lingkungan sosial keluarga masih terjaga dengan baik. Keluarga tetap melakukan kewajiban sebagai masyarakat, dan berbaur dengan lingkungan sosial, begitu pula dengan relasi keluarga dengan keluarga besar.

Pengobatan terhadap ODS yang dilakukan oleh keluarga, Pengobatan merupakan salah satu faktor pendukung utama dalam proses pemulihan ODS. Pengobatan merupakan segala upaya yang dilakukan keluarga dengan tujuan untuk penyembuhan suatu keadaan sakit.

Pengobatan medis profesional yang meliputi tenaga medis seperti dokter ahli jiwa (psikiater), dokter umum, psikolog maupun praktisi yang ahli di bidang ini. Beberapa bagian dari pengobatan profesional antara lain:

Obat

Keluarga yang mengajak ODS untuk menjalani pengobatan ke tenaga medis profesional dengan tujuan mengetahui penyebab anggota keluarganya mengalami skizofrenia, menemukan obat untuk memulihkan ODS atau prilaku ODS agar kembali normal. Pembiayaan pengobatan ODS oleh keluarga melalui tiga sumber yakni:

Ketersediaan Jaminan Kesehatan

Jaminan kesehatan berupa ansuransi dari pemerintah maupun asuransi pribadi, seperti JKBM, dan BPJS. Asuransi tersebut digunakan keluarga untuk pengobatan ODS sehingga memperlancar proses pemulihan ODS.

Biaya sendiri

Sumber pembiayaan pengobatan ODS yang kedua di peroleh dari keluarga itu sendiri. Biaya yang dikeluarkan oleh keluarga meliputi biaya pengobatan, dan perawatan ODS.

Setelah melakukan pengobatan ke tenaga profesional, maka ODS akan mendapatkan obat berupa tablet maupun suntikan. Konsumsi obat juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan dan mempertahankan kondisi baik dalam diri ODS.

Rutin Konsumsi Obat

Rutin dalam mengonsumsi obat membantu ODS untuk mempertahankan kondisi ODS. Tidak rutin mengonsumsi obat, salah satu hambatan ODS untuk pulih dari skizofrenia adalah tidak rutin mengonsumsi obat.

Rutin atau tidaknya ODS mengonsumsi obat tidak a terlepas dari peran keluarga, bahwa semakin baik dukungan keluarga terhadap kepatuhan berobat pasien skizofrenia maka semakin meningkat kepatuhan pasien skizofrenia dalam berobat.

Sebaliknya apabila keluaga kurang mendukung dalam kepatuhan berobat pasien skizofrenia maka semakin rendah tingkat kepatuhan berobat pasien skizofrenia.