Pewarta : Dwi
Koran SINAR PAGI,Bandung Barat,-Anggota Komisi II Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat Edi Rusyandi mengatakan, terjadinya banjir di wilayah Kampung atau Desa, salah satunya bisa disebabkan oleh efek pembangunan.
Hal ini diungkapkannya menanggapi keluhan warga saat melaksanakan Reses hari terakhirnya di Desa Bojonghaleuang, Kecamatan Saguling.
“Warga mengeluhkan sering banjir di saat musim hujan sejak adanya pembangunan di Kota Baru Parahyangan yang lokasinya memang tak jauh dari lokasi kediaman warga”, jelas Edi.
Edi menyebut seharusnya untuk mengurangi resiko tersebut pihak pengembang bisa melakukan penanaman pohon di area sekitar lokasi pembangunan.
“Warga bisa diarahkan dan dibantu bukan hanya bercocok tanam yang musiman, tapi juga untuk menanam pohon-pohon yang sekiranya bisa menampung air kemudian juga bisa meminimalisir terjadinya gelombang air ketika hujan deras”, ujarnya.
Pria yang juga merupakan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Jabar ini mengusulkan agar dilakukan penanaman pohon buah-buahan.
“Menurut saya tidak ada salahnya coba ditanami pohon buah-buahan daripada hanya tanaman kayu atau tanaman keras, karena kan pohon kayu atau keras ini harus menunggu cukup lama 5-6 tahun untuk besar”, jelasnya.
Dilanjutkannya, sedangkan untuk tanaman buah-buahan bisa waktunya lebih singkat dan misalkan produktif berbuah, saat panen bisa dijual dan menghasilkan.
“Artinya akan lebih banyak manfaat yang bisa didapat. Selain membantu penyerapan air untuk mengurasi resiko banjir, tapi juga bisa membantu perekonomian warga”, pungkasnya.













