Peristiwa

Selamatan Malam Satu Suro Di Candi Gayatri Kabupaten Tulungagung

adminsigiku.com
×

Selamatan Malam Satu Suro Di Candi Gayatri Kabupaten Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ok

Koran SINARPAGI, Kab. Tulungagung,- Menggelar Acara Selamatan di Malam Satu Suro 29/07/2022 di Candi Gayatri Kabupaten Tulungagung. Hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro. Penanggalan Jawa sendiri dihitung berdasarkan penggabungan kalender lunar (Islam), kalender matahari (masehi), dan Hindu.

Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib, salah satunya seperti selamatan doa bersama masyarakat Tulungagung di Candi Gayatri. Mengapa demikian? karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam di hari sebelumnya, bukan pada tengah malam. Mengapa Masyarkat Tulungagung memilih tempat di Candi Gayatri ? Salah satunya untuk mengingat leluhur, Nguri Nguri Budaya Jawa, Dan Candi Gayatri sendiri merupakan candi peninggalan jaman Kerajaan Majapahit. Dibangun era Raja Hayam Wuruk sebagai bentuk penghormatan dan makam Putri Gayatri yang bergelar Rajapatni istri keempat Raja Kertarajasa Jaya Wardhana (Raden Wijaya), sudah tahukah kalian jika Tulungagung adalah kawasan yang menjadi rumah kelahiran dari istilah Tan Hana Mangruwa yang sering kita kenal dengan istilah sekarang Bhineka Tunggal Ika? Yap, istilah Tan Hana Mangruwa yang bermakna tidak ada dharma yang mendua itu lahir dari pertapaan sang Ratjapani (Gayatri).

Dengan didasari oleh cita-cita yang dia temukan dari pertapaan di Goa Pasir inilah yang akhirnya mendasari munculnya kitab Sotasoma. Kitab yang ditulis oleh Mpu Tantular itu kemudian dijadikan visi oleh Majapahit dalam menyatukan bumi Nusantara. Seiring berjalanya waktu, kitab tersebut kemudian diadopsi pahlawan kemerdekaan dalam upaya menyatukan Nusatara yang dituang dalam asas Bhineka Tunggal Ika.