Ragam

Mengapa Kepala Sekolah Harus Dihargai ?

adminsigiku.com
×

Mengapa Kepala Sekolah Harus Dihargai ?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara

Semua manusia haruslah dihormati dan dihargai. Menghargai manusia hakekatnya menghargai pencipta_Nya. Manusia adalah ciptaan Tuhan paling agung dan istimewa. Tak dapat dibantah tiada ciptaan Tuhan paling istimewa selain manusia.

Khusus manusia yang mengelola GTK dan anak didik tentu lebih istimewa lagi. Mengapa ? Asbabnya adalah bahwa warga negara paling istimewa dan utama ada ditangan layanan para kepala sekolah. Siapa ? Anak didik dan guru.

Anak didik adalah warga negara paling istimewa melintasi siapa pun dan di negara mana pun. Bahkan di sejumlah negara lain, anak didik “dipelihara” oleh negara bila orangtua menelantarkan. Anak didik adalah tumpuan masa depan dan kehormatan sebuah negara.

Ada dua entitas warga negara yang sangat strategis yakni GTK dan anak didik. Anak didik dilayani langsung oleh guru dan tenaga kependidikan. Guru dan anak didik adalah dua entitas yang berkelindan strategis.

Tanpa guru anak didik bisa terlantar. Bagaimana guru dan anak didik bisa harmoni dan efektif dalam belajar ? Diantara penentunya adalah seorang kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.

Pemimpin terbaik di muka bumi adalah pemimpin pembelajaran. Asbab belajar dan pembelajaran maka akan lahir para pemimpin dunia dalam berbagai karakter dan kedudukan.

Tidak ada manusia hebat keluar dari belahan batu. Faktanya 99 persen manusia hebat keluar dari sekolahan. Dari proses belajar bersama guru. Tentu saja terkait kepemimpinan kepala sekolah.

Bukankah saat Jepang hancur yang ditanyakan Kaisar Hirohito adalah berapa jumlah guru yang tersisa ? Bukan menanyakan tentara yang tersisa, karena perang sudah kalah, tak butuh lagi tentara Jepang.

Tentu saja guru dan anak didik ada ditangan pengawalan dan manajerial kepala sekolah. Mengapa kepala sekolah harus dihargai ? Karena ditangannya ada dua warga negara istimewa yang harus Ia layani, guru dan anak didik.

Kepala sekolah bermasalah akan melahirkan guru dan anak didik bermasalah. Apalagi bila para kepala sekolah kurang dihargai martabatnya oleh pihak eksternal, terutama. Berikan keleluasan kepala sekolah untuk melayani anak didik melalui para guru.

MBS dan Komite Sekolah sejatinya berfungsi dan berdaulat. Manajemen Berbasis Sekolah menjelaskan adanya kedaulatan penuh bagi sekolah untuk mengelola satuan pendidikan dengan baik. Dalam bahasa Nadiem Makarim dengan istilah “Merdeka Belajar”.

Komite Sekolah adalah simbol rakyat atau masyarakat. Kedaulatan ada ditangan rakyat. Maka kedaulatan sekolah ada ditangan Komite Sekolah dan secara manajerial ada di tangan kepala sekolah.

Komite Sekolah adalah legislatif mewakili suara rakyat di sekitar sekolah. Kepala sekolah adalah eksekutif bersama dewan guru. Pengawas Sekolah sebagai yudikatif yang memberikan awasan dan pembinaan jalannya layanan pendidikan.

Tentu saja para kepala sekolah pun harus menyadari betapa pentingnya menjadi kepala sekolah terbaik. Kepala sekolah terbaik adalah kepala sekolah yang mampu menciptakan proses pembelajaran dan mutu layanan terbaik bagi anak didik.

Anak didik belajar efektif dan berprestasi terkait gurunya. Gurunya mengajar dan mendidik dengan baik terkait kepala sekolahnya. Kepala sekolahnya berkembang baik terkait Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan yang kolaboratif suportif.

Kalau Saya boleh umpamakan, seorang kepala sekolah adalah imam pendidikan di setiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan hakekatnya adalah “Rumah Ibadah” pendidikan terbaik. Seorang imam pendidikan harus dihargai mengingat tugas mulia dan strategisnya.

Pihak eksternal yang terlalu “memodusir” bermain modus, mempolitisir dinamika manajerial sekolahan sebaiknya memahami sakralitas sekolahan. Kritik, saran, asupan dan pengawasan berikan dengan elok. Kepala sekolah dan guru hakektanya adalah guru dari siapa pun yang datang ke sekolahan.

Bukankah semua pihak eksternal pernah diajar oleh guru ? Bukankah ijazah mereka semua pernah ditandatangani oleh guru dan kepala sekolah ? Hakekatnya guru dan kepala sekolah adalah guru dari semua orang yang datang ke sekolahan.

Inilah yang Saya sebuat Jangan Jadi Malin Kundang. Artinya jadilah pihak eksternal yang kooperatif, kolaboratif dan menghargai sekolahan, guru dan kepala sekolah adalah “Ibu Kandung” semua anak didik.

Semua warga masyarakat tentu pernah menjadi anak didik. Bila saat dewasa dan sudah memiliki sebuah pekerjaan, profesi apa pun hargai guru dan kepala sekolah. Sekolahan, guru dan kepala sekolah adalah “Ibu Kandung”, jangan jadi generasi Malin Kundang.

Percayakan dinamika sekolahan pada Komite Sekolah mewakili masyarakat pengguna langsung. Pengawas Sekolah mengontrol jalannya mutu dan layanan strategis sekolah. Disdik mewakili pemerintah memberikan supporting dan pembinaan langsung.