Oleh : Dudung Nurullah Koswara
Saya sudah lama berniat menuliskan semua profile dan unikasi positif semua kepala sekolah yang ada di Kabupaten Bogor. Waktu dan keterbatasan, serta hal lainnya membuat kita kadang sulit mewujudkan. Semuanya kembali pada ijin Allah yang maha bageur atas segala giat dan aktivitas kita.
Adalah H. Wawan seorang kepala sekolah yang sangat menarik dan paling istimewa di Kabupaten Bogor. Hal paling istimewa adalah terkait implementasi “sunah Rosulullah” dalam kehidupannya. Ia kepala sekolah paling berani dan berkemampuan di atas rata-rata dalam meneladani Rosulullah.
Namun pada tulisan kali ini Saya tidak akan membahas tentang implementasi sunah Rosulullah, tapi Saya akan bahas unikasi positif dari sosok Wawan. Beliau adalah pribadi yang apa adanya, santun, familier, humanis dan senang membantu orang lain. Berikut diantara kisahnya :
Sebagai Kepala SMAN 1 Ciseeng Ia pun berpengalaman dalam sejumlah pengabdian mulai dari organisasi masyarakat berpengalaman dan dipercaya sebagai Ketua Rukun Warga selama 3 periode. Ini menjelaskan sosok Wawan adalah pribadi yang dipercaya masyarakat. Dipercaya masyarakat sekitar untuk memimpin adalah butuh integritas, sosok Wawan memilikinya.
Ia pun berpengalaman sebagai Ketua BPD Desa Pagelara, Ketua Umum IGORA, Ketua Arung Jeram Indonesia Kota Bogor, Pengurus KONI Kota Bogor, Dewan Penasehat BPPKB Bogor, Ketua 1 BAPOPSI Bogor dan sejumlah giat organisasi lainnya. Sosok Wawan adalah pribadi apa adanya. Inilah yang mungkin membuat sejumlah orang percaya pada sosoknya.
Tidak sedikit orang modus dan muna dalam menghadapi sesuatu. Sosok Wawan apa adanya. Ia punya integritas, loyalitas dan senang membantu orang lain. Sejumlah anak yatim Ia santuni dan tak segan memberi solusi dan kontribusi pada saudara yang membutuhkan.
Ia punya motto “Seribu teori tak akan punya nilai dibandingkan satu kali berbuat”. Bagi wawan banyak bicara, banyak teori tapi implementasi nol adalah tak baik. Ia adalah tipe orang yang lebih baik tidak banyak bicara dan berteori, berdalil, melainkan perbanyak berbuat dan melakukan. Baginya teori banyak di buku, berbuat adalah utama.
Motto Wawan ini identik dengan ungkapan popular yang mengatakan, “Burung pandai berkicau tak mampu membuat sarang”. Bagi sosok Wawan hal administratif itu penting namun lebih penting lagi adalah aksi nyata. Orang tidak dilihat kata-katanya tapi dilihiat aksi nyatanya. Masyarakat butuh aksi nyata bukan kata-kata.
Sebagai sarjana olahraga mental spotifitas dalam dunia olahraga bisa jadi membuat dirinya sportif menghadapi setiap tantangan. Sosok Wawan adalah pribadi apa adanya dan lebih kuat dalam aksi lapangan dibanding aksi menulis dan berkata-kata. Sukses dan sehat selalu Bapak H. Wawan sebagai pemimpin pembelajaran di SMAN Ciseeng.













