Pewarta : Jeky EPSA
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Musim penghujan udara pasti dirasa lebih dingin apalagi bagi para pengguna roda dua bila terkena hujan, karena itu perlu penghangat suasana dan juga penyegar badan.
Untuk penghangat raga selain minuman kopi juga ada minuman khas tempo dulu hasil perpaduan rempah – rempah hingga beraroma khas dan juga bisa menghangatkan tubuh.
Munuman itu bernama Bandrek, dan salah satu tempat penjaja minuman itu ada di daerah Rancapurut dekat dengan Kantor Polsek Sumedang Utara.
” Minuman nya disajikan memakai cangkir batok kelapa hingga rasa tempo dulu nya lebih terasa”, ujar Haya Sri Rahayu, warga Cimalaka yang sengaja datang ke Warung Bandrek ibersama keluarganya, Minggu, ( 5/2/23).
Dari keterangan Gunali pemilik warung Bandrek, menyatakan bila ia memulai usaha nya sejak tahun 2000, ” Buka usaha ( warung) Bandrek ini dimulai sejak tahun 2000, sejak dibukanya Jalan Raya Wado – Sumedang didepan itu”, ujar nya, sambil menunjuk jalan raya yang dimaksud.
Harga satu cangkir Bandrek, ungkap dia, dijual dengan harga Rp 5000,- dan untuk jajanan nya dimulai dari harga Rp 1000,- hingga Rp 3000,-
” Ini kan minuman rakyat jadi harganya juga merakyat “, ucap nya sambil senyum.
Sementara jajanan lain, terang dia, seperti telur puyuh harganya hanya Rp 2.500,- dan juga ada Tutug Oncom yang harganya hanya Rp 3000- ,
” Lainya harganya hanya Rp1000,. Dan ada tiga puluh macam jajanan yang disajikan sebagai pelengkap minuman Bandrek”, ungkapnya.
Gunali berharap agar usahanya terus bekembang hingga buka cabang dilokasi lain.
Selain itu dia pun berharap usaha Bandrek nya juga menjadi salah satau magnet bagi para wisata yang datang ke Sumedang.
” Mudah – mudahan usaha Bandrek saya menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumedang”, pungkas nya.
