Ragam

Di Bawah Gerimis, KBB Kembali Antar Amanah untuk Warga Pesisir Belawan

adminsigiku.com
×

Di Bawah Gerimis, KBB Kembali Antar Amanah untuk Warga Pesisir Belawan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Herlina SC

Kab. Bandung Barat – Bau garam laut bercampur aroma tanah basah menyambut pagi di kawasan Pelabuhan Belawan. Gerimis turun perlahan, namun tak menyurutkan langkah para relawan Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyusuri lorong-lorong sempit permukiman pesisir.

Di bawah komando Ustadz Tgk. Zakaria Yusuf, para relawan kembali turun ke lapangan menyalurkan amanah para donatur kepada warga kurang mampu. Satu per satu pintu rumah diketuk. Paket sembako diserahkan, disertai sapaan dan kepedulian yang menjadi bagian dari misi sosial KBB.

Bagi para relawan, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan bantuan. Ada pesan kemanusiaan yang ingin terus dijaga: bahwa masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi tidak boleh merasa berjalan sendirian.

Lima Tahun Menjaga Amanah

Hujan dan kondisi lingkungan pesisir tidak menjadi alasan bagi KBB untuk menghentikan langkah. Selama lima tahun, organisasi sosial tersebut berupaya menjaga konsistensi dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semangat itu dirangkum dalam filosofi “pantang pasang gigi atrek”, yang dimaknai sebagai sikap untuk tidak mudah mundur dalam menjalankan amanah kemanusiaan.

“Genap lima tahun KBB berdiri menjaga kepercayaan publik. Kami berkomitmen penuh untuk terus menjadi jembatan yang amanah dan transparan, menyambungkan ketulusan hati para donatur langsung ke tangan kaum dhuafa,” ujar Ustadz Tgk. Zakaria Yusuf.

Menurutnya, kepercayaan dari para donatur merupakan tanggung jawab yang harus dijaga. Karena itu, setiap bantuan diupayakan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Berbagi di Hari Jumat

Aksi sosial tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan meski gerimis masih mengguyur kawasan Belawan. Seluruh rangkaian penyaluran bantuan rampung sebelum kumandang azan Jumat terdengar dari masjid-masjid di sekitar permukiman.

Bagi KBB, Jumat bukan sekadar penanda berakhirnya satu pekan. Hari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan mengingatkan bahwa keberkahan dapat hadir melalui kepedulian kepada sesama.

Ustadz Tgk. Zakaria Yusuf mengajak masyarakat agar tidak menjadikan besar kecilnya nominal sebagai ukuran dalam bersedekah. Menurutnya, keikhlasan menjadi nilai utama dalam setiap kebaikan.

Ia juga mengingatkan pesan Allah SWT dalam QS. Al-Hadid ayat 18 tentang keutamaan bersedekah dan pahala yang dilipatgandakan bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan kebaikan.

Konsistensi KBB selama lima tahun menjadi bukti bahwa gerakan sosial tidak selalu membutuhkan panggung besar. Di lorong-lorong sempit kawasan pesisir, dari satu pintu rumah ke pintu lainnya, kepedulian justru menemukan maknanya.

Di tengah tekanan ekonomi dan cuaca yang tak selalu bersahabat, KBB berusaha menjaga satu hal tetap menyala: semangat berbagi dan kepedulian untuk warga Belawan yang membutuhkan.