Pewarta : Red
Kota Bogor – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima aspirasi Forum Masyarakat Peduli Bogor dalam dialog bersama Pemerintah Kota Bogor di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung konstruktif. Sejumlah persoalan dibahas, salah satunya terkait upaya pencegahan perilaku penyimpangan serta penguatan penegakan aturan di Kota Bogor.
Dedie mengatakan Pemkot Bogor saat ini tengah menyelesaikan proses harmonisasi regulasi antara Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S).
Menurutnya, harmonisasi diperlukan agar regulasi yang diterbitkan memiliki landasan hukum yang kuat, tidak tumpang tindih, serta dapat diterapkan secara efektif di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini ada dialog yang konstruktif Pemkot Bogor bersama Forum Masyarakat Peduli Bogor. Tentu kami merespons keinginan dari forum. Seperti yang kita ketahui bersama, Pemkot Bogor sedang berproses untuk harmonisasi antara Perda dengan terbitnya Perwali,” ujar Dedie.
Ia menyebut pembahasan Perwali tersebut telah melalui proses yang cukup panjang. Pemkot Bogor berharap regulasi tersebut dapat segera diterbitkan setelah seluruh tahapan harmonisasi dan penyempurnaan selesai.
“Melalui pembahasan yang cukup panjang, insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama Perwalinya akan terbit. Mohon doanya,” katanya.
Dedie menegaskan, pemerintah dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga Kota Bogor agar tetap aman, tertib, serta memiliki lingkungan sosial yang sehat.
Karena itu, penanganan persoalan perilaku penyimpangan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, aparat keamanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta lingkungan pendidikan.
“Semangat kita sama, kita tentu ingin Kota Bogor itu bersih dari perilaku penyimpangan. Tinggal semua pihak, para alim ulama, TNI-Polri, Forkopimda, serta unsur pendidikan bagaimana memberikan edukasi, sehingga perilaku penyimpangan seksual itu tidak menjadi momok,” jelasnya.
Menurut Dedie, dialog bersama Forum Masyarakat Peduli Bogor menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pemerintah tetap terhubung dengan aspirasi masyarakat. Masukan dari warga, kata dia, akan menjadi penguatan bagi Pemkot Bogor dalam mengambil langkah kebijakan.
Ia pun memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen membangun Kota Bogor yang aman, nyaman, tertib, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya yakin dari semangat forum ini menguatkan komitmen Pemkot Bogor untuk terus menjadikan Kota Bogor yang bisa memenuhi keinginan masyarakat,” ungkap Dedie.
Dialog tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan. Regulasi yang kuat, edukasi yang berkelanjutan, serta pengawasan bersama dinilai menjadi kunci agar upaya pencegahan dan penanganan berbagai persoalan sosial di Kota Bogor dapat berjalan efektif.













