Ragam

Revitalisasi SMP IT Al – Qohhariyyah, Rp3,45 Miliar Dikucurkan untuk Perkuat Sarana Pendidikan di KBB

adminsigiku.com
×

Revitalisasi SMP IT Al – Qohhariyyah, Rp3,45 Miliar Dikucurkan untuk Perkuat Sarana Pendidikan di KBB

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Herlina SC

Kab. Bandung Barat – Pemerintah terus memperluas akses terhadap pendidikan bermutu melalui penguatan sarana dan prasarana satuan pendidikan. Tidak hanya sekolah negeri, program revitalisasi juga menyasar sekolah swasta dan satuan pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah SMP IT Al – Qohhariyyah yang berada di Cibodas, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sekolah tersebut memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp3,458 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kelayakan fasilitas pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

Kepala SMP IT Al – Qohhariyyah, Mokhamad Iqbal Paturahman, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pemerintah tersebut. Menurutnya, program revitalisasi menjadi momentum penting bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan jumlah bantuan dana sebesar Rp3.458.000.000. Sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender,” ujar Iqbal.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas, perpustakaan, tiga unit MCK, ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah.

Menurut Iqbal, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan memperkuat kurikulum dan kompetensi tenaga pendidik. Ketersediaan fasilitas yang layak juga menjadi faktor penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.

Berdiri dari Pesantren, Tumbuh dengan Karakter Pendidikan Keagamaan

SMP IT Al-Qohhariyyah memiliki perjalanan panjang dalam mengembangkan layanan pendidikan. Cikal bakal sekolah bermula dari kegiatan pendidikan berbasis madrasah pada 2008. Dua tahun kemudian, sekolah mulai memiliki bangunan sendiri di bawah naungan Yayasan Al – Qohhariyyah.

Perkembangan tersebut berlanjut dengan berdirinya SMK Al – Qohhariyyah pada 2014.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMP IT Al – Qohhariyyah memiliki sekitar 140 peserta didik yang didukung 16 tenaga pendidik.

Latar belakang pendidikan pesantren menjadi salah satu karakter utama sekolah. Pendidikan keagamaan dipadukan dengan pembelajaran umum melalui kurikulum berbasis pesantren yang menjadi ciri khas sekolah.

Di luar kegiatan akademik, sekolah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Pramuka, marching band, sepak bola, bola voli hingga bola basket.

Prestasi pun mulai ditorehkan. Di tingkat Kabupaten Bandung Barat, SMP IT Al – Qohhariyyah pernah meraih peringkat pertama dalam ajang Cipta Puisi.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, pihak sekolah menargetkan peningkatan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan amanah berupa bantuan untuk menunjang pendidikan di SMP IT Al – Qohhariyyah. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan dapat menambah semangat anak-anak didik untuk belajar dan membuat tenaga pendidik merasa nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Iqbal berharap keberadaan fasilitas baru juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Ia optimistis sarana pendidikan yang lebih layak akan menjadi daya tarik bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMP IT Al – Qohhariyyah.

“Semoga bantuan revitalisasi ini dapat mendorong siswa-siswi di sekitar untuk berbondong-bondong mendaftar, serta mendorong para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya ke SMP IT Al – Qohhariyyah pada tahun ajaran berikutnya,” ujarnya.

Fasilitas Baru, Semangat Belajar Meningkat

Bagi pihak sekolah, revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik. Program tersebut dinilai telah memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan warga sekolah dan kualitas proses pembelajaran.

Sebelum mendapatkan revitalisasi, sejumlah fasilitas belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama perpustakaan yang terkendala keterbatasan sarana pendukung.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Gedung yang direvitalisasi dapat dimanfaatkan lebih optimal dan memberikan ruang yang lebih representatif bagi siswa maupun guru.

“Dengan adanya revitalisasi satuan pendidikan, apa yang kami rasakan saat ini justru menghadirkan semangat baru bagi sekolah kami. Penggunaan gedung dan bangunan baru menjadi lebih maksimal karena didukung oleh sumber pembelajaran yang sangat memadai, sehingga siswa-siswi maupun guru merasa sangat terbantu,” tutur Iqbal.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas seperti MCK dan sarana pendukung lainnya turut meningkatkan kenyamanan seluruh warga sekolah.

“Selain itu, kenyamanan serta fasilitas yang dapat kami nikmati bersama, seperti MCK dan fasilitas pendukung lainnya, sangat membantu proses perkembangan pendidikan ke depannya,” imbuhnya.

Apresiasi untuk Pemerintah

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pemerataan kualitas pendidikan, termasuk bagi sekolah swasta yang berada di wilayah pelosok.

Menurut Iqbal, bantuan tersebut memiliki arti strategis karena pembangunan fasilitas pendidikan pada akhirnya merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen, serta tidak lupa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat yang telah membantu kami sehingga kami berkesempatan mendapatkan revitalisasi dan perhatian yang sangat besar melalui berbagai program nyata,” katanya.

Ia menegaskan, fasilitas yang telah dibangun akan dijaga dan dimanfaatkan secara optimal sebagai bentuk tanggung jawab sekolah terhadap amanah pemerintah.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dan Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu’ti, atas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Kami juga berkomitmen menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya sebagai amanah untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Program revitalisasi di SMP IT Al – Qohhariyyah menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak berhenti pada aspek akademik. Lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan representatif menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas peserta didik.

Dengan revitalisasi tersebut, sekolah diharapkan mampu memaksimalkan proses pembelajaran, membuka lebih banyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, serta meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik.

Lebih jauh, keberadaan program revitalisasi di sekolah swasta juga mempertegas arah pemerataan pembangunan pendidikan. Setiap anak, di mana pun mereka bersekolah, berhak mendapatkan ruang belajar yang layak dan layanan pendidikan yang berkualitas.