Ragam

Wisata Sejarah , Situs Batarai Benteng Pertahanan Kolonial Belanda di Desa Mekarjaya Sumedang

adminsigiku.com
×

Wisata Sejarah , Situs Batarai Benteng Pertahanan Kolonial Belanda di Desa Mekarjaya Sumedang

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Jeky EPSA

Koran Sinar Pagi, Sumedang- Situs Batarai ditenggarai  merupakan benteng pertahanan peninggalan Belanda  yang didirikan di abad 20.

Dari keterangan dihimpun, lokasi itu pertama ditemukan oleh seorang petani yang tidak sengaja saat menggali tanah, di Dusun Pangaduan Hayam.  Pihak desa saat itupun  antusias untuk melakukan penggalian dan berharap bisa memberikan nilai tambah  untuk dijadikan objek wisata.

Dari keterangan beberapa sumber  lokasi itu  pernah didatangi Arkeologi untuk dilakukan penelitian, dan Kepala Desa Mekarjaya sekarang pun membenarkan keadaan itu.

”  Iya benar, memang di tahun  2018 Arkeologi  dari Wilayah Jawa Barat  melakukan penelitian di lokasi itu”, ujar Dr. Awandi Nopian, Kepala Desa Mekarjaya, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, ( 7/03/23).

Kini lokasi itu pun, ucap Awandi, akan kami kembangkan sebagai objek wisata agar benar – benar  menjadi nilai tambah bagi desa Mekarjaya ini.

Selain Situs Batarai, awandi menambahkan ada juga lokasi lain yang berpotensi untuk dijadikan wisata, yaitu Padepokan Sumedang Larang.

” Padepokan ini dipimpin oleh Pupuhu Asep Yudi”, ucap nya.

Sementara itu Alan Maulana, penjaga Padepokan Masyarakat Adat Sumedang mengungkapkan bila ia sudah menunggu padepokan itu cukup lama, ” Kurang lebih  6 tahun-an lah”, ucap nya saat ditemui di lokasi padepokan  beberapa waktu lalu.

Selain itu  diungkapkan Alan, lokasi padepokan ini  sangat asri, masih alami.sehingga bila dikembangkang menjadi tempat wisata sangat cocok seperti untuk bumi perkemahan atau lainya yang berhubungan suasana alam.

Sebelumnya salah seorang arkeolog, Oktaviandi yang meneliti situs tersebut mengungkapkan bila bangunan ini pendirianya satu masa dengan pendirian Benteng Gunung Kunci yang berlokasi di Palasari.

” Namun bagaimana sebenarnya situs tersebut  belum bisa memastikan apalagi karena kajian yang dilakukan tim sekarang baru sebatas pengamatan fisik sekitar benteng untuk mencari gambaran dari struktur bangunan”, ucanya seperti dikutip dari Kompasiana yang diberitakan oleh Aam Permana S, beberapa waktu lalu.