Ragam

Pedagang di TOF Dadaha Mengeluh, Pengunjung Banyak Tapi Sepi Pembeli ?

adminsigiku.com
×

Pedagang di TOF Dadaha Mengeluh, Pengunjung Banyak Tapi Sepi Pembeli ?

Sebarkan artikel ini

Keterangan Foto : Para pedagang TOF Dadaha Mengeluhkan Pembeli yang sepi

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Sejumlah Pedagang Kuliner dan pedagang UMKM yang menempati Stand Tasik Oktober Festival (TOF) di area Komplek GOR Sukapura/Susi Susanti dan Gedung Creativ Center (GCC) Dadaha, sedikit mengeluh, pasalnya sejak event dibuka pada 9 Oktober 2023 lalu, penghasilan mereka terlihat minim pemasukan.

Hal ini di akui sejumlah pedagang kuliner yang awalnya mereka bersemangat saat menempati Stand, ternyata diluar dugaan ternyata tidak sesuai harapan. Bahkan pantauan Koran Sinar Pagi, ada beberapa stand yang sudah mulai tutup ditinggalkan karena sepinya pembeli di event TOF.

“Sejak dibuka pada 9 oktober lalu, pengunjung memang ramai tapi pembeli sepi. Mereka hanya melihat lihat dan lewat stand saja,” ucap pemilik stand kuliner yang enggan namanya di sebutkan kepada Koran Sinar Pagi, Jumat (13/10/2023) malam.

Menurut sejumlah pedagang yang ditemui, rata rata mereka mengeluhkan kan hal yang sama. Bahkan para pedagang yang sudah biasa mengikuti event Tasik Festival mengakui, penghasilannya tahun ini sangat jauh dengan event event Tasik Festival beberapa tahun lalu.

Mereka (para pedagang) yang mengikuti event TOF kini mulai merasa cemas. Jika event yang akan berkahir pada Minggu depan (22 Oktober 2023) penghasilannya tidak ada peningkatan, tentunya pedagang mengakui, jangan kan untuk balik modal, untuk mengganti biaya sewa stand saja tidak tercapai.

“Saya sewa stand disini selama event berlangsung biayanya Rp.1,5 juta. Jangankan balik modal dari hasil dagangannya, untuk biaya sewa stand saja kayanya pesimis,” ungkap salah satu pedagang yang mengaku setiap harinya pendapatan kotornya hanya Rp.150 ribuan.

Kini para pedagang yang menempati tenda berbayar hanya bisa pasrah dan mengelus dada. Apalagi sewa biaya stand bervariasi, paling murah satu stand dipatok oleh panitia/EO dari PT.BCP seharga 1,5 juta hingga 6 juta lebih sesuai ukuran stand yang disediakan panitia.

Bahkan tidak sedikit dari beberapa stand yang telah di sewa, kini ada beberapa stand yang mulai tutup ditinggalkan pemiliknya dengan alasan pameran di ditempat ini ternyata sepi pembeli. Dan tentunya prediksi panitia yang menyebutkan dalam event pameran TOF di Dadaha tahun 2023 akan ada perputaran uang sekitar Rp 1 Milyar lebih, diyakini akan meleset jauh dari perkiraan.

“Kalau begini sepi terus pembelinya, selain kecewa merugi, ditambah pengeluaran biaya untuk sewa tenda tak balik modal. Besar pasak dari pada tiang,” keluh salah satu pedagang yang tidak akan tamat mengikuti event TOF dan akan langsung menuju Kabupaten Majalengka untuk kembali mengadu peruntungan di event pameran yang sama.