Pewarta: Rizki Vicky EPSA
Koran Sinar Pagi, BOGOR – Di wakili oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Syofiah memimpin pelepasan kontingen kirab mahkota Kemaharajaan Sunda kembali menuju ke Sumedang.
Acara yang diadakan di depan Gedung Perustakaan Pemerintahan Kota Bogor ini menjadi momentum penting dalam memperingati warisan budaya dan sejarah yang kaya akan tradisi Sunda.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat nilai-nilai budaya serta melestarikan warisan nenek moyang. “Kirab mahkota Kemaharajaan Sunda bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga merupakan penghormatan terhadap kebesaran dan keindahan budaya Sunda yang telah diturunkan dari generasi ke generasi,” ujar Sekretaris Daerah ,Kepada Wartawan Saat dijumpai ,Jumat,(19/04/24).
“Saya Menyerahkan mahkota tersebut untuk kembali kepada simbol kekuaasaan tertinggi Kerajaan Sunda , dan acara ini diharapkan dapat terulang kembali di tahun berikutnya” jelasnya
Hasil liputan media, Kontingen yang terdiri dari Radya Anom Rd.Luky Djohari Soemawilaga, Dewan Karesian Rd.Endy Setiaji , Mantriluar Rd.Asep Sulaiman Fadhil, Panglima Puraghabaya serta pasukan, dan Panata Karaton Sumedang Larang .
Radya Anom Dengan menggunakan busana adat yang megah dan membawa mahkota sebagai lambang kejayaan, mereka siap menghadirkan keindahan dan keagungan tradisi Sunda dalam perjalanan mereka menuju Ke Sumedang.

Acara pelepasan kontingen ini juga dihadiri oleh Ir.Gatut Susanta selaku Kordinator acara kirab mahkota Kota Bogor,para tokoh masyarakat, budayawan, serta para pelajar yang turut serta dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Sunda ke generasi muda. Semangat untuk melestarikan dan memperkuat warisan budaya lokal sangat terasa dalam setiap aspek acara ini.
Dengan penuh harapan dan semangat, kontingen kirab mahkota Kemaharajaan Sunda berangkat menuju Ke Sumedang, membawa pesan perdamaian, kebanggaan, dan keindahan budaya Sunda yang akan terus diperjuangkan dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.













