Pewarta : Steven Gervan
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Pada Sabtu, 17 Agustus 2024, sebuah momen bersejarah dan penuh makna terjadi di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) saat Sri Radya Karaton Sumedang Larang, PYM H.R.I Lukman Soemadisoeria, hadir dalam upacara Pengibaran Bendera Duplikat Merah Putih. Kehadiran beliau yang mengenakan pakaian kebesaran Karaton Sumedang Larang menambah kekhidmatan suasana, membawa aura kebangsawanan dan warisan budaya yang kental di tengah-tengah upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sri Radya duduk di antara jajaran terhormat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang, di mana sinergi antara tradisi dan pemerintahan modern tampak begitu jelas. Hadirnya beliau menjadi simbol penghormatan atas nilai-nilai kebangsaan dan sejarah yang telah tertanam dalam-dalam di Kabupaten Sumedang.
Dalam sambutannya yang penuh wibawa dan hangat, Sri Radya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran jalannya upacara. “Alhamdulillah, pengibaran bisa berjalan dengan baik, lancar, dan penuh khidmat,” ujar beliau, menyiratkan kebanggaan terhadap keberhasilan acara yang berlangsung dengan tertib.
Sri Radya juga secara khusus memberikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka yang telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk mempersiapkan upacara ini dengan sebaik-baiknya. “Saya sangat berterima kasih kepada anak-anak Paskibraka yang telah berlatih keras demi suksesnya pengibaran bendera ini. Pengorbanan dan dedikasi kalian adalah contoh nyata dari semangat nasionalisme yang harus kita jaga bersama,” tambahnya, penuh haru.
Lebih lanjut, Sri Radya menyampaikan harapan yang tinggi kepada para anggota Paskibraka untuk masa depan. “Semoga kalian bisa menjadi putra dan putri bangsa yang bisa menjadi contoh teladan bagi generasi lainnya. Saya berharap, semangat yang kalian tunjukkan hari ini akan terus menyala, tidak hanya di momen peringatan kemerdekaan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara yang baik dan berbakti,” ujarnya, menutup sambutannya dengan pesan inspiratif.
Kehadiran Sri Radya di upacara ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga mengandung pesan yang mendalam tentang pentingnya menjaga dan menghormati tradisi serta semangat kebangsaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Upacara pengibaran bendera yang penuh khidmat ini menjadi bukti bahwa Sumedang, dengan segala kekayaan sejarah dan budayanya, tetap teguh dan bersatu dalam semangat kemerdekaan yang tak pernah pudar.













