Keterangan Foto : Ustad Heriyanto Ketua Forum Gemuis Prabowo Gibran Jawa Barat
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Rotasi dan Mutasi Promosi Pejabat Pemkot Tasikmalaya yang berlangsung Selasa (10/9/2024) sore kemarin, disinyalir beraroma Politis apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak yang akan di laksanakan pada 27 Nopember 2024 mendatang.
Bahkan kini beredar sejumlah rumor, rotasi mutasi pengambilan sumpah jabatan 40 ASN untuk mengisi jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemkot Tasikmalaya itu, diduga ada pesanan khusus dari pejabat pusat, sebut saja dari Kemendagri RI.
Rotasi Mutasi yang berdasarkan Surat Mendagri Nomor: 100.2.2.6/6624/OTDA dan Nomer: 100.2.2.6/6626/OTDA 100.2.2.6/6626/OTDA serta Surat Kuasa Nomor: 800.1.3.3/010-BKPSDM/2024, yang juga ditandatangani oleh PJ Walikota Tasikmalaya Dr.Cheka Virgowansyah itu, dalam pelaksanaannya dilantik dan di ambil sumpah jabatannya oleh PJ Sekda Kota Tasikmalaya Drs. H. Asep Goparullah, M.Si,.
“Rotasi dan Mutasi tersebut, saya rasa berbau Politis jelang Pilkada serentak, pasalnya ada rumor Pj Walikota Tasikmalaya, Pj Sekda dan Kepala BKD Kota Tasikmalaya sebelumnya diduga dipanggil oleh yang mengaku dari pejabat pusat (sebut saja mengaku dari Kemendagri) memerintahkan Pj walikota untuk membiayai salah satu Paslon Calon Walikota Tasikmalaya. Dan rotasi Mutasi kemarin salah satunya adalah bagian awal dari pesanan tersebut,” ungkap ustad Heriyanto Ketua Forum Gemuis Prabowo Gibran Jawa Barat kepada Koran Sinar Pagi, Rabu (11/9/2024) pagi.
Masih kata Ust Heryanto, dirinya sebagai ketua relawan Prabowo Gibran Generasi Muda Islam (Genius) Jawa Barat sangat prihatin dan menyayangkan atas munculnya rumor tersebut jika benar adanya.
Bahkan dirinya berharap agar Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk tetap tegak lurus jangan terlibat politik praktis meskipun secara sembunyi-sembunyi, baik ada pesanan maupun ada tekanan, karena lama lama pasti akan terendus juga.
“Lebih baik urus saja masyarakat Kota Tasikmalaya agar lebih berdaya, bahagia dan sejahtera,” ujarnya.
Dengan munculnya rumor tersebut, dirinya berencana minggu depan akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkan dan melakukan diskusi dengan pihak Prabowo Center, Mensesneg RI dan Kemendagri agar menjadi atensi, dan jika benar terbukti tentunya kita berharap akan ada sanksi serta tindakan serta langkah langkah selanjutnya dari pusat, pungkasnya.













