Ragam

Karaton Sumedang Larang Hadiri Milangkala Desa Ranjeng ke-50 dan Sosialisasikan Sumedang Puseur Budaya Sunda

adminsigiku.com
×

Karaton Sumedang Larang Hadiri Milangkala Desa Ranjeng ke-50 dan Sosialisasikan Sumedang Puseur Budaya Sunda

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Vicky Rizki

Koran SINAR PAGI, SUMEDANG – Karaton Sumedang Larang (KSL) menghadiri perayaan Milangkala Desa Ranjeng yang ke-50 di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Senin (16/9) Pagi.

Acara ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi mengenai inisiatif Sumedang sebagai pusat budaya Sunda, sebuah langkah besar dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur dan pengenalan lebih dekat dengan Mahkota Binokasih.

Dalam acara tersebut, perwakilan dari Karaton Sumedang Larang, di antaranya, Rd. Luky Djohari Soemawilaga (Radya Anom KSL),Rd.Brian Ab Soemawilaga (Mantrijero KSL), Rd.Asep Sulaiman Fadhil (Mantriluar KSL), Rd.Dadang Soemawilaga Mewakili Yayasan Nadzhir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS), NR.Fetty Soeamwilaga Mewakili Ketua Panti Sosial Boemi Kadedeuh hadir bersama jajaran Panata Karaton lainya serta dilengkapi pengamanan dari Puragabhaya dan TNI – POLRI.

Kehadiran mereka menjadi simbol penting dalam menguatkan kembali peran Sumedang sebagai pusat budaya Sunda, yang memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan tradisi Sunda.

Kepala Desa Ranjeng, Tri Afrizal, S.Pd, dalam sambutannya menyatakan, “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Karaton Sumedang dalam perayaan Milangkala Desa Ranjeng yang ke-50 ini. Kehadiran Karaton bukan hanya mempererat hubungan antara masyarakat dan Karaton, tapi juga memberi kami semangat baru untuk menjaga budaya Sunda yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan kami. Sosialisasi tentang Sumedang sebagai pusat budaya Sunda ini bagus karena visi kami untuk melestarikan budaya lokal dan memperkenalkannya kepada generasi muda.” ujarnya kepada koransinarpagijuara.com, di lokasi.

Selain itu, Radya Anom Rd. Luky Djohari Soemawilaga juga memberikan pernyataan terkait pentingnya pelestarian budaya Sunda di Sumedang. Ia mengatakan, “Sumedang memiliki peran penting dalam sejarah Sunda, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya ini. Kami dari Karaton Sumedang Larang siap mendukung penuh inisiatif Sumedang sebagai pusat budaya Sunda, serta berharap masyarakat Desa Ranjeng mudapat terus menjadi pelopor dalam menjaga tradisi dan warisan budaya Sunda.” jelas Radya Anom

Selain perayaan Milangkala Desa Ranjeng, Karaton Sumedang Larang juga memperkenalkan program “Sumedang Puseur Budaya Sunda”.

Program ini bertujuan mengembalikan Sumedang ke posisi sentralnya sebagai pusat kebudayaan Sunda melalui pengembangan dan pelestarian seni, adat, serta tradisi Sunda. Sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Ranjeng, yang turut mendukung visi ini dalam menjaga warisan leluhur mereka.

Kegiatan ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional Sunda, seperti tari umbul-umbul, serta tari tradisional lainya , yang menambah semarak perayaan.

Masyarakat setempat, termasuk generasi muda, tampak antusias mengikuti rangkaian acara, menunjukkan semangat mereka dalam merawat budaya Sunda.

“Dengan usia Desa Ranjeng yang mencapai 50 tahun, momentum ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dengan Karaton Sumedang, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kebudayaan Sunda agar tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.” tutur Radya Anom

Sebagai informasi, bahwa penetapan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda tertuang pada Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020. ***