OPINI/Artikel

BANJIR MAU SAMPAI KAPAN?

adminsigiku.com
×

BANJIR MAU SAMPAI KAPAN?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Heni Ruslaeni

Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bandung yang menyebabkan tanggul jebol di Sungai Cisunggalah, Kampung Puja, Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (21/11/2024) kemarin.
Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Hadi Rahmat mengatakan, Meluapnya Sungai Cisunggalah yang mengakibatkan tanggul jebol mengakibatkan 3 rumah rusak dan empat orang mengalami luka- luka. Sementara itu, banjir masih terjadi di wilayah Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot. Di kabupaten Bandung, banjir setinggi 1,5 meter melanda sejumlah daerah, ribuan rumah terendam banjir dan sebagian masyarakat terpaksa harus mengungsi di tempat pengungsian. Hadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati selama musim hujan.

Banjir menjadi bencana langganan setiap tahun. Alih-alih permasalahan banjir ini tertangani, yang ada wilayah banjir meluas di beberapa daerah. Berbagai langkah dilakukan untuk mengurangi dampak banjir yang melanda akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi. Namun, benarkah penyebab banjir adalah karena curah hujan yang tinggi?
Pembangunan masif tanpa pengawasan atau evaluasi dampak lingkungan menyebabkan hilangnya resapan dan makin tingginya bencana. Dalam sistem kapitalis cenderung menempatkan keuntungan ekonomi di atas kesejahteraan ekologi. Perizinan pembangunan sering kali lebih mudah diberikan kepada korporasi besar, sementara kebutuhan komunitas lokal diabaikan. Seharusnya negara bertanggung jawab menyediakan infrastruktur dan perlindungan terhadap bencana tanpa mengabaikan kesejahteraan lingkungan.

Dalam Islam lahan merupakan amanah yang dikelola demi kesejahteraan semua mahluk, bukan hanya segelintir orang. Islam mencegah monopoli lahan oleh individu atau korporasi, menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kebutuhan ekologis. Banjir termasuk sebagai ujian, peringatan, atau fenomena alam yang harus dikelola dengan tanggung jawab. Musibah seperti banjir dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki amal, dan menjaga harmoni dengan alam. khalifah (pemimpin) di bumi yang bertugas menjaga lingkungan. Kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, pembangunan yang tidak berkelanjutan, atau pembuangan sampah sembarangan, dapat memperparah dampak banjir.

QS. Al-A’raf: 56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Banjir sebagai ujian sekaligus tanggung jawab manusia untuk mencegah dan mengelolanya. Umat Islam didorong untuk berikhtiar dengan menjaga alam, menolong sesama, dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Wallahualam’ bishawab.