Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Saat memimpin upaca apel pagi dilingkungan ESUD R Samsudin, SH Wali Kota Sukabumi, H Ayep Zaki menegaskan bahwa manajemen RSUD R Samsudin SH harus diperbaiki, pasalnya, jika hal itu tidak dilakukan, maka kerugian yang dialami akan jauh lebih besar dari sebelumnya.
“Saya datang kesini untuk menperbaiki RSUD R Syamsudin,” ujar Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Sukabumi mengajak kepada 1.500 orang pegawai di rumah sakit untuk membantu memperbaiki manajemen RSUD R Samsudin.
“RSUD adalah adalah milik warga Kota Sukabumi, yang menjadi salah satu fokus masalah keuangan, sebab, mengalami kerugian hingga Rp. 90 Miluar padahal per tahunnya ada subsidi dari APBD sebesar Rp 40,7 miliar dan seharusnya itu kembali ke APBD. Jika ini tidak diperbaiki, maka kerugian akan semakin besar,” tegas Ayep.
Dikatakan, selain menguasai keilmuan tentang tubuh dan lainnya, perugas di rumah sakit juga harus menguasai ilmu keuangan dan itu, ada standarisasinya.
“Insya Allah, saya akan memimpin langsung jalannya manajemen RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi Bercahaya karena BUMD nya Bercahaya,” katanya.
Ayep Zaki juga meminta agar RSUD Syamsudin menjadi lembaga pelayanan masyarakat yang inovatif, mandiri, agamis. dan nasionalis (IMAN), sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada warga.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Syamsudin Yanyan Rusyandi mengatakan, secara prinsip pihaknya akan mendukung rencana perbaikan manajemen rumah sakit.
“Beliau menekankan bagaimana mengelola rumah sakit menjadi lebih baik, sebelumnya saya sudah diminta untuk menyampaikan data secara terbuka kepada tim ahli oleh Pak Wali, dan hasil analisanya seperti yang tadi sudah disampaikan,” jelasnya
Dia menyebut, dari total pendapatan rumah sakit sebesar Rp. 320 Miliar, 72 % nya untuk belanja pegawai, termasuk dibantu APDB 40,7 Milar. Menurutnya itu gaji untuk 40 orang ASN, sementara sisanya adalah gaji pegawai BLUD dan leminetasi seluruh pegawai rumah sakit.
“Pak wali sudah tahu bahwa ada pasien yang tidak melakukan pembayaran di rumah sakit untuk itu beliau meminta daftar nama pasien tersebut,” ujarnya.
Terkait minusnya APBD bantuan untuk gaji pegawai yang terjadi setiap tahun, pihak Pemkot Sukabumi akan melihat dari data laporan keuangan untuk kemudian diproses dari kantor akuntan publik dan BPK.
“Target, tahun ini perbaikan dari ebitda harus positif dan targetnya dari 320, mudah – mudahan naik jadi 350 di tahun pertama. Jadi sampai akhir tahun renstra targetnya adalah sampai Rp.500 miliar,” tandasnya













