Peristiwa

Proyek Rp. 1,3 Miliar di SDN Depok 6 Disorot: Keselamatan Pekerja Di kesampingkan, Pengawasan Dinas Pendidikan Di uji

adminsigiku.com
×

Proyek Rp. 1,3 Miliar di SDN Depok 6 Disorot: Keselamatan Pekerja Di kesampingkan, Pengawasan Dinas Pendidikan Di uji

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Kota Depok – Nilai proyeknya fantastis, Rp. 1,3 miliar, Tapi pemandangan di lapangan justru memprihatinkan. Revitalisasi SDN Depok 6, Pancoran Mas, Kota Depok yang tengah berjalan, terekam mempekerjakan buruh konstruksi tanpa perlengkapan keselamatan sama sekali.

Pantauan di lokasi, Senin (24/8/2026), sejumlah pekerja terlihat menaiki rangka bangunan dan merakit struktur di ketinggian. Ironisnya, tidak ada helm, rompi, apalagi safety body harness yang digunakan.

Padahal risiko jatuh dari ketinggian merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan kerja di sektor konstruksi.
Proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor Hotman Pardede.

“Ini bukan pelanggaran kecil. Mengabaikan APD sama saja mempertaruhkan nyawa manusia. Standar K3 itu wajib, bukan pilihan,” tegasnya.

Masalahnya tidak berhenti di kontraktor. Publik mempertanyakan peran konsultan pengawas dan Dinas Pendidikan Kota Depok sebagai penanggung jawab kegiatan.

Papan proyek memang terpasang lengkap dengan nilai Rp. 1,3 miliar. Tapi di lapangan, pengawasan terhadap aspek K3 tampak tidak berjalan.

Pemborong harusnya paham aturan. Tapi dinas dan konsultan juga wajib tegas dari awal. Jangan tunggu ada korban dulu,” ujar seorang warga sekitar yang resah melihat kondisi tersebut.

Kini warga mendesak Dinas Pendidikan Kota Depok segera turun melakukan sidak. Agenda sidak bukan hanya soal APD, tapi juga untuk mencocokkan volume pekerjaan dan spesifikasi teknis dengan yang tertera di kontrak.

Kasus SDN Depok 6 ini menjadi cermin. Proyek miliaran rupiah dari uang negara seharusnya menjadi percontohan. Bukan malah abai terhadap keselamatan pekerja dan potensi pemborosan.

Pemkot Depok kini ditunggu ketegasannya. Apakah akan menindak, atau membiarkan pola yang sama terulang di proyek-proyek sekolah lainnya.