Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Pengurus Persatuan Tenis Meja Kota Sukabumi (PTMSI) Kota Sukabumi resmi dilantik, Selasa (16/12/2015).
Ditemui usai pelantikan, Ketua PTMSI Kota Sukabumi, Yose Dwioctha Mahaputera menyatakan, fokus kepengurusannya adalah pembinaan atlet usia dini melalui penguatan peran Persatuan Tenis Meja (PTM).
Ia menilai selama ini kompetisi lebih banyak menyasar atlet senior, sementara pembinaan dasar masih minim.
“Kunci prestasi ada di pembinaan. Kami ingin lebih sering menggelar event dan turnamen, serta hadir langsung ke PTM-PTM di lapangan. PTMSI harus hadir dan terasa manfaatnya,” ujarnya.
Yose juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan konsep swadaya dan program “Bapak Angkat” bagi atlet maupun klub melalui dukungan CSR perusahaan
Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi, Boby Maulana berharap kepengurusan yang baru PTMSI Kota Sukabumi mampu membawa Cabang Olahraga Tenis Meja, semakin berkibar dan memasyarakat, sejalan dengan visi Pemkot Sukabumi dalam memajukan olahraga, seni, budaya, serta kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah telah membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai cabang olahraga untuk tumbuh dan kembali menggeliat.
“Sejak awal tahun, kita sudah membuka banyak akses, mulai dari skateboard, jiu-jitsu, boxing, hingga basket. Kota itu harus hidup, ramai, dan industrinya terbuka, termasuk industri olahraga,” ujarnya.
Terkait keterbatasan anggaran pembinaan di triwulan pertama akibat efisiensi, Boby meminta seluruh pihak memahami kondisi tersebut.
Namun ia memastikan akan ada mekanisme perubahan anggaran yang diharapkan mampu menambah kembali dukungan bagi olahraga.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar pembangunan, termasuk olahraga, tetap berjalan optimal.
Selanjutnya, Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah menilai pelantikan kepengurusan baru merupakan momentum penting untuk bekerja dan berkolaborasi.
Dikatakan, PTMSI dan cabang olahraga lain harus kreatif mencari sumber pendanaan alternatif melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan perusahaan.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, kapanpun sulit maju, harus ada terobosan dan kemitraan,” tegasnya.













