Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Bappeda Kota Sukabumi mulai mematangkan usulan Bantuan Keuangan (Banke) Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tahun anggaran 2027 melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada menu program yang telah ditetapkan pemerintah provinsi guna memastikan keselarasan dan efektivitas perencanaan.
“Seluruh usulan disusun berdasarkan menu program dari provinsi. Karena itu, kami melibatkan seluruh perangkat daerah agar program yang diajukan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejumlah sektor menjadi prioritas dalam usulan Banke 2027, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), penanganan kawasan kumuh, pengelolaan sampah, serta peningkatan kualitas jalan lingkungan.
Selain itu, peningkatan infrastruktur dasar seperti saluran irigasi dan drainase juga menjadi fokus utama, mengingat perannya dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir.
“Perbaikan infrastruktur dasar menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat,” jelas Frendy.
Ia menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah dalam memastikan usulan tidak hanya memenuhi kriteria pemerintah provinsi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Koordinasi yang solid menjadi kunci agar perencanaan pembangunan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami optimistis, dengan perencanaan yang matang, usulan ini dapat memberikan hasil signifikan bagi pembangunan Kota Sukabumi ke depan,” pungkasnya.













