Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Kedatangan 17 duta besar dari berbagai negara dalam ajang The Diplomatic Forum “The Charm of Sukabumi’s City Heritage : A Land of Infinite Possibilities” mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Sukabumi, Raden Kusumo Hutaripto. Ia menilai forum internasional itu bisa menjadi peluang besar, namun akan sia-sia jika hanya berhenti sebagai agenda pencitraan dan seremoni belaka.
Menurut Raden Kusumo, kehadiran para duta besar seharusnya dimanfaatkan sebagai pintu masuk investasi, perdagangan, dan perluasan pasar ekspor bagi produk lokal Sukabumi. Bukan sekadar kunjungan simbolis tanpa tindak lanjut nyata.
“Ini momentum penting untuk memperkenalkan Kota Sukabumi ke dunia. Tapi jangan hanya jadi acara seremonial. Harus ada hasil konkret, baik investasi, perdagangan, maupun promosi produk UMKM,” tegasnya.
Ia menyoroti banyak produk unggulan UMKM Sukabumi yang dinilai punya kualitas ekspor, mulai dari kerajinan, dekorasi rumah, hingga makanan olahan. Dengan dukungan jaringan para duta besar dan atase perdagangan, peluang menembus pasar internasional dinilai sangat terbuka.
“Produk kita punya daya saing. Tinggal keseriusan pemerintah dan pelaku usaha memanfaatkan akses yang sudah terbuka ini,” ujarnya.
Raden Kusumo juga menantang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi agar tidak pasif. Ia meminta Kadin bergerak cepat menjalin komunikasi dengan kamar dagang di negara asal para duta besar, agar forum tersebut melahirkan kontrak dagang dan kerja sama bisnis nyata.
“Jangan sampai momentum sebesar ini lewat begitu saja. Kadin harus aktif, jangan hanya jadi penonton. Harus ada follow up dengan chamber of commerce masing-masing negara,” katanya.
Selain ekonomi, ia menilai kehadiran para duta besar dari beragam negara menjadi bukti bahwa Sukabumi adalah kota yang terbuka, toleran, dan siap bersaing di level global.
Namun demikian, ia mengingatkan ukuran keberhasilan forum ini bukan pada jumlah tamu negara yang hadir, melainkan pada dampak setelah acara selesai.
“Kalau setelah ini tidak ada investasi masuk, tidak ada ekspor naik, tidak ada kerja sama konkret, berarti forum ini hanya ramai di panggung tapi kosong di hasil,” sindirnya.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki yang mampu menghadirkan agenda berskala internasional, namun meminta langkah lanjutan segera dibuktikan.
“Kalau ingin Sukabumi maju, dorong produk lokal go international. Jangan berhenti di seremoni, harus ada manfaat nyata untuk ekonomi masyarakat,” pungkasnya.













