Pewarta : Red
Bandung — Pemerintah Kota Bandung resmi meluncurkan program Perempuan Kepala Keluarga Berdaya, Sinergi dan Sejahtera (Pekka Bersinar) dalam rangka peringatan Hari Kartini ke-147 di Pendopo Kota Bandung, Selasa (21/4/2026).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian sosial dan ekonomi perempuan, khususnya ibu tunggal serta perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Kami ingin para ibu memiliki keberdayaan untuk membesarkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik,” ujar Farhan.
Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran, perempuan kepala keluarga menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, Pekka Bersinar difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan, penguatan usaha, dan perluasan jejaring ekonomi.
Farhan menegaskan, pemberdayaan perempuan bukan sekadar program sosial, tetapi bagian dari strategi pembangunan kota.
“Ketika kelompok paling rentan diberdayakan, maka kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, mengungkapkan terdapat 183.853 perempuan kepala keluarga di Kota Bandung atau sekitar 21,4 persen dari total kepala keluarga.
Program ini juga menyasar perempuan yang meski masih berstatus menikah, namun menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
Selama tiga tahun terakhir, DP3A telah melatih sekitar 800 hingga 900 perempuan di berbagai bidang, seperti menjahit, pastry, tata rias, hingga usaha kuliner.
Ke depan, Pemkot Bandung akan membentuk kelompok usaha perempuan di setiap kecamatan, lengkap dengan pendampingan usaha dan bantuan legalitas perizinan.
Sebagai bagian dari peluncuran program, 25 perempuan kepala keluarga menerima bantuan modal usaha masing-masing Rp2 juta dari Baznas sebagai stimulus peningkatan ekonomi keluarga.













