Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari, menyoroti keras kondisi Stadion Suryakencana pasca digelarnya konser musik “Ambyar”. Ia menegaskan, kerusakan atau persoalan yang muncul usai kegiatan besar tak boleh dianggap sepele dan harus menjadi alarm serius bagi para pengelola stadion.
Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Rabu (23/4/2026).
Menurut Rojab, kritik yang muncul jangan dipandang sebagai upaya menghambat kreativitas anak muda. Justru sebaliknya, kritik diperlukan agar setiap event besar di Kota Sukabumi digelar lebih profesional, tertata, dan bertanggung jawab.
“Persoalan lapangan Suryakencana pasca konser Ambyar ini harus jadi peringatan keras bagi pengelola. Tapi kritik yang ada jangan sampai mematikan industri kreatif anak muda,” tegasnya.
Rojab menilai, setiap kegiatan berskala besar wajib melalui kajian matang, terutama jika menggunakan fasilitas publik seperti stadion. Tanpa perencanaan yang jelas, dampak kerusakan sarana bisa terjadi dan akhirnya merugikan masyarakat.
Ia menegaskan, penyelenggara dan pengelola harus belajar dari kota-kota besar yang sudah memiliki standar tinggi dalam penggunaan stadion untuk konser maupun kegiatan massal.
“Saya sering melihat di kota besar seperti Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium, mereka sudah mengantisipasi potensi kerusakan stadion saat dipakai konser,” ujarnya.
Rojab berharap ke depan Kota Sukabumi mampu menghadirkan event besar yang meriah tanpa mengorbankan fasilitas umum. Menurutnya, industri kreatif harus tumbuh, tetapi aset daerah juga wajib dijaga.
“Jangan sampai euforia sesaat meninggalkan kerusakan berkepanjangan,” pungkasnya.













