Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menggelar sosialisasi Sensus Ekonomi kepada para pelaku usaha sektor perhotelan. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Kantor Diskominfo Kota Sukabumi, Kamis (23/4/2026).
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya pendataan ekonomi nasional yang akan segera dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting dalam memperoleh data akurat terkait kondisi riil dunia usaha dan perkembangan perekonomian daerah.
Menurutnya, data yang dihasilkan melalui sensus akan menjadi landasan utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, termasuk dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha.
“Sensus Ekonomi adalah upaya penting untuk memperoleh data yang akurat dari para pelaku usaha mengenai kondisi perekonomian. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah agar program-program yang dibuat lebih tepat sasaran dan mampu mendukung perkembangan dunia usaha,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya sektor perhotelan, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
Endah menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan peserta akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta pembangunan nasional.
“Partisipasi seluruh pelaku usaha sangat berarti. Tanpa data yang akurat, perencanaan pembangunan tidak akan berjalan optimal. Dengan kontribusi semua pihak, kita dapat bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.
Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dijadwalkan mulai berlangsung pada 1 Mei 2026 di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah berharap pelaksanaan sensus kali ini mampu memotret kondisi terkini dunia usaha secara komprehensif, termasuk potensi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha di daerah.













