Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Setelah melalui proses pembangunan dan pengujian, proyek strategis Duplikasi Jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, resmi mulai difungsikan untuk lalu lintas kendaraan pada Kamis (4/6/2026) sore.
Pengoperasian jembatan baru ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kelancaran arus kendaraan di Jalur Nasional Sukabumi – Bogor yang selama bertahun – tahun dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan, berbagai sarana pendukung keselamatan dan pengaturan lalu lintas telah disiapkan, mulai dari pemasangan Water Barrier, Rambu Petunjuk Arah, hingga penempatan petugas yang akan membantu mengarahkan pengguna jalan selama masa transisi penerapan skema lalu lintas baru.
Jembatan yang dibangun berdampingan dengan jembatan eksisting tersebut memiliki spesifikasi yang dirancang untuk menunjang mobilitas kendaraan, termasuk kendaraan bertonase besar.
Berikut spesifikasinya meliputi :
– Panjang Jembatan : 61,2 meter
– Lebar Badan Jalan : 7 meter
– Lebar Keseluruhan : 10 meter, termasuk fasilitas trotoar bagi pejalan kaki
Sebelum dibuka untuk umum, jembatan telah melalui serangkaian uji fungsi dan pemeriksaan teknis untuk memastikan keamanan serta kelayakan struktur bangunan.
Selama ini, Jembatan Pamuruyan lama kerap menjadi titik penyempitan arus (bottleneck) yang menyebabkan antrean kendaraan panjang, terutama pada jam sibuk, akhir pekan, dan musim libur.
Kehadiran Jembatan Duplikasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ruas jalan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di kawasan Cibadak.
Dengan mulai beroperasinya jembatan baru tersebut, arus kendaraan dari arah Bogor menuju Sukabumi maupun sebaliknya akan terbagi secara lebih optimal, sehingga perjalanan masyarakat dan distribusi logistik di koridor vital Sukabumi – Bogor dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan efisien.

