Pewarta : Ida
Kota Bandung — Puluhan jurnalis di Kota Bandung menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk lima pewarta foto yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Aksi bertajuk “Menyalakan Harapan” itu digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jumat malam, dan diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung.
Ketua PFI Bandung Raisan Al Farisi mengatakan, aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus ikhtiar insan pers untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga memasuki hari keempat operasi pencarian belum ditemukan.
“Jadi aksi malam ini PFI bekerja sama dengan IJTI Jawa Barat bersama AJI Bandung menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas,” ujar Raisan.
Menurutnya, tema “Menyalakan Harapan” dipilih sebagai simbol dukungan dan doa agar seluruh jurnalis serta awak kapal yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami berharap pencarian hari ini dan besok bisa membuahkan hasil. Kami di Bandung mendoakan mereka agar segera ditemukan dan selamat,” katanya.
Aksi solidaritas berlangsung dengan doa bersama dan penyalaan lilin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi teatrikal yang dibawakan seniman pantomim Wanggi Hoediyatno sebagai bentuk ekspresi dukungan terhadap para jurnalis yang masih dalam pencarian.
Basarnas Kerahkan 13 Kapal
Di tengah aksi solidaritas tersebut, operasi pencarian terhadap lima jurnalis terus dilakukan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal pada hari keempat pencarian di perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, seluruh armada dibagi ke dalam empat sektor untuk memperluas cakupan pencarian.
“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,” ujar Al Amrad di Pandeglang, Jumat.
Armada yang dikerahkan terdiri atas KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
Lima pewarta foto yang dilaporkan hilang kontak yakni Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA; Arie Basuki dari merdeka.com; Donal Husni, fotografer lepas; Yudhistira dari iNews; serta Daus dari Anadolu.
Kelima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) saat dalam perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hingga hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah sektor perairan dengan mengerahkan armada laut untuk menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang turut berada dalam perjalanan tersebut.
Bagi insan pers di Bandung, pencarian itu bukan sekadar operasi SAR, tetapi juga menyangkut keselamatan para jurnalis yang tengah menjalankan tugas untuk menyampaikan informasi kepada publik.
Doa dan solidaritas terus dinyalakan, sembari menunggu kabar keselamatan dari delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.













